Pakar: Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Bisa Picu Pubertas Dini pada Anak
Paparan bisfenol A atau BPA dari galon dan kemasan plastik yang digunakan secara berulang kali disebut bisa memicu pubertas dini pada anak.(KOMPAS.com/HOTRIA MARIANA)
17:06
9 Juni 2026

Pakar: Paparan BPA dari Galon Guna Ulang Bisa Picu Pubertas Dini pada Anak

– Paparan bisfenol A atau BPA dari galon dan kemasan plastik yang digunakan secara berulang kali disebut bisa memicu pubertas dini pada anak.

Peringatan ini disampaikan pakar obstetri dan ginekologi Prof Dr dr Budi Wiweko, MD, SpOG dalam siniar Raditya Dika "Akibat Puber Terlalu Cepat" pada Rabu (29/4/2026).

Prof Budi atau akrab disapa Prof Iko menjelaskan, pubertas dini dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni genetik dan lingkungan.

Faktor genetik yang dibawa sejak lahir tidak bisa dikontrol, sedangkan faktor lingkungan masih bisa diminimalkan. Salah satu caranya adalah dengan mengurangi paparan zat pengganggu hormon.

"Zat-zat yang terdapat di lingkungan itu bisa mengganggu mekanisme kerja hormon," ujar Prof Iko.

Hal senada disampaikan psikolog Ratih Zulhaqqi. Pencegahan pubertas dini dari sisi pola hidup anak mencakup jam tidur, jam makan, serta makanan dan minuman yang dikonsumsi, termasuk menghindari zat seperti BPA.

Menurutnya, banyak orangtua tidak langsung menyadari anaknya mengalami pubertas dini dan baru mengetahuinya setelah berkonsultasi.

"Pubertas dini makin meningkat karena biasanya mungkin orangtua tidak langsung tahu bahwa anaknya mengalami pubertas dini. Justru ini ditemukan setelah mereka konsul," ujar Ratih.

Menyerupai hormon esterogen

Di dalam tubuh, Prof Iko menjelaskan, BPA dapat menyerupai hormon estrogen dan bekerja pada organ yang menjadi sasaran estrogen, seperti rahim dan payudara.

"Dia bisa menyerupai hormon estrogen. Dia bisa bekerja di tempat kerjanya estrogen," ujar Prof Iko.

Kondisi ini kemudian memicu perkembangan fisik lebih cepat dari seharusnya pada anak perempuan yang terpapar BPA sejak dini.

"Kalau ada perempuan terekspos dengan bisfenol pada usia dini, payudaranya bisa tumbuh lebih cepat, rahimnya tumbuh lebih cepat, sehingga terjadilah pubertas dini," papar Prof Iko.

Bahaya pubertas dini tidak hanya soal perubahan fisik yang muncul lebih cepat. Anak yang mengalaminya juga rentan menghadapi tekanan psikologis karena tubuhnya berkembang lebih awal dari teman sebaya.

Ratih menambahkan, kondisi ini kerap membuat anak tidak siap secara mental dan sosial. Oleh karena itu, keluarga punya peran penting dalam mendeteksi tanda-tanda pubertas dini sejak awal agar anak mendapat pendampingan yang tepat.

Para pakar dari Endocrine Society turut mengaitkan pubertas dini dengan peningkatan risiko masalah psikososial, obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara. Dampak jangka panjang ini menjadikan pencegahan sejak dini sebagai langkah yang krusial.

Prof Iko juga menyoroti kaitan BPA dengan kesehatan reproduksi secara lebih luas. Menurutnya, paparan zat pengganggu hormon, seperti bisfenol dan dioksin, dapat berkaitan dengan kista endometriosis, gangguan pematangan telur, gangguan ovulasi, kesulitan hamil, mioma, hingga kanker.

Khusus untuk ibu hamil, Prof Iko pun mengingatkan untuk berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman sejak awal kehamilan.

"Dalam tiga bulan pertama, ibu hamil tidak boleh terekspos dengan itu (BPA)," katanya.

Waspadai paparan BPA dari galon guna ulang

Berkaitan dengan sumber paparan sehari-hari, Prof Iko menyebut BPA kerap ditemukan pada kemasan makanan dan minuman, termasuk galon air minum yang digunakan berulang kali.

Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menetapkan batas migrasi BPA maksimal 0,6 bagian per juta dalam kemasan pangan.

Ratih mengingatkan, kewaspadaan terhadap sumber paparan ini perlu dimulai dari lingkup keluarga.

Tag:  #pakar #paparan #dari #galon #guna #ulang #bisa #picu #pubertas #dini #pada #anak

KOMENTAR