Pentingnya Pemberian Imunisasi Tepat Waktu untuk Anak
Ilustrasi bayi laki-laki(freepik.com)
07:06
20 Januari 2026

Pentingnya Pemberian Imunisasi Tepat Waktu untuk Anak

– Jadwal imunisasi anak disusun oleh dokter ahli penyakit menular, epidemiolog, dan dokter anak berdasarkan kematangan sistem kekebalan tubuh bayi serta risiko paparan penyakit. 

Pada bulan-bulan pertama kehidupan, bayi dianjurkan mendapatkan vaksin untuk melindungi dari sembilan penyakit menular serius, termasuk difteri, tetanus, pertusis, polio, pneumokokus, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

Vaksin MMR sendiri biasanya diberikan pertama kali pada usia 12 hingga 15 bulan, kemudian dosis kedua pada usia 4 hingga 6 tahun. 

Pemberian dalam beberapa tahap ini telah diteliti selama puluhan tahun untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.

Ahli virologi dari Universitas Saskatchewan, Angela Rasmussen menegaskan, menunda vaksinasi berarti memperpanjang masa ketika anak tidak terlindungi.

“Setiap kali vaksin ditunda, anak akan berada dalam kondisi rentan lebih lama. Tidak ada bukti bahwa jadwal vaksin saat ini terlalu berat atau berbahaya bagi tubuh bayi,” kata Rasmussen.

Ia juga menekankan, kekhawatiran tentang terlalu banyak suntikan atau bahaya vaksin kombinasi tidak didukung oleh data ilmiah. 

“Tidak ada bukti untuk semua itu,” ujarnya.

Menurut penelitian, orangtua yang menunda vaksinasi pertama pada bayi mereka cenderung akan melewatkan pemberian imunisasi campak di kemudian hari. 

Temuan ini terungkap dalam sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di JAMA Network Open, yang menyoroti bagaimana keputusan awal orangtua terhadap jadwal vaksinasi dapat berdampak panjang pada perlindungan kesehatan anak.

Penelitian tersebut menganalisis data kesehatan 321.743 anak yang memiliki akses rutin terhadap layanan kesehatan. 

Hasilnya menunjukkan bahwa bayi yang menerima vaksin sesuai rekomendasi pada empat bulan pertama kehidupan jauh lebih mungkin mendapatkan dosis pertama vaksin campak, gondok, dan rubella (MMR) pada usia 12 hingga 15 bulan.

Pola penundaan yang dimulai sejak awal

Penulis utama studi sekaligus ilmuwan riset terapan senior di Truveta, Nina Masters mengatakan, keterlambatan vaksinasi ternyata sudah terlihat sejak kunjungan medis pertama bayi.

“Saya terkejut melihat betapa dini pola ini terbentuk. Pada kunjungan dua bulan saja, kami sudah bisa melihat hubungan yang kuat antara orangtua yang menunda vaksin dengan kemungkinan anak tidak mendapatkan vaksin MMR,” ujar Masters, seperti disadur NBC News, Senin (19/1/2026).

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa keraguan terhadap vaksin muncul sangat awal, bahkan sebelum bayi memasuki fase imunisasi lanjutan. 

Keraguan tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan menunda atau melewatkan berbagai jenis vaksin penting lainnya.

Studi tersebut juga mencatat penurunan angka pemberian vaksin MMR dosis pertama tepat waktu.  Pada 2021, cakupannya mencapai 79,9 persen, namun turun menjadi 76,9 persen pada 2024. 

Anak laki-laki dan anak-anak yang tinggal di wilayah pedesaan tercatat sedikit lebih kecil kemungkinannya menerima vaksin tepat waktu dibandingkan anak-anak lain.

Campak sebagai alarm kesehatan masyarakat

Menurut Dr. Lee Harrison, profesor epidemiologi dan kedokteran di Universitas Pittsburgh, campak sebagai indikator penting kondisi sistem kesehatan masyarakat.

“Campak itu seperti alarm asap. Ketika tingkat vaksinasi turun, wabah akan muncul, dan itulah yang sedang kita lihat,” terang dia. 

Amerika Serikat melaporkan lebih dari 2.000 kasus campak sepanjang 2025, jumlah tertinggi sejak 1992. 

Angka ini menunjukkan bagaimana penurunan cakupan vaksinasi dapat berdampak langsung pada meningkatnya kasus penyakit menular.

Tantangan bagi dokter anak dan orangtua

Asisten profesor penyakit menular Universitas Stanford, Dr. Nathan Lo menjelaskan, banyak kasus campak terjadi pada anak-anak yang belum menerima dosis pertama vaksin.

“Jika dosis pertama ditunda hingga dua tahun atau lebih, maka celah kerentanan akan semakin besar, terutama saat campak mulai banyak beredar,” katanya.

Namun, penurunan imunisasi tidak selalu disebabkan oleh keraguan vaksin semata. Hambatan akses layanan kesehatan, kesulitan membuat janji temu, hingga keterbatasan waktu orangtua juga berperan.

Studi ini memperlihatkan bahwa keputusan kecil di awal kehidupan bayi, seperti menunda satu jenis vaksin, dapat berdampak besar pada kesehatan anak dan masyarakat. 

Vaksinasi tepat waktu bukan hanya melindungi individu, tetapi juga menjaga kekebalan kelompok agar wabah penyakit menular dapat dicegah.

Tag:  #pentingnya #pemberian #imunisasi #tepat #waktu #untuk #anak

KOMENTAR