



Jika Diolah dengan Baik, Limbah Cair Pabrik Sawit Bisa Bernilai Ekonomi Tinggi
- Limbah cair pabrik kelapa sawit disebut bisa menjadi harta karun. Menurut penelitian, kandungan hara limbah cair pabrik kelapa sawit yang sangat berharga bagi peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit.
Karena jika dikelola secara baik dan profesional, limbah cair tersebut tidak membahayakan lingkungan bahkan bisa menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi. Menurut Ketua Dewan Pakar Pusaka Kalam Yanto Santosa, jika dikelola secara baik dan profesional, limbah cair kelapa sawit tidak membahayakan lingkungan bahkan bisa menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi.
"Perlu adanya perubahan mindset dari anggapan bahwa Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) itu berbahaya bagi lingkungan dan tidak bernilai ekonomi menjadi sebuah sumber daya yang bernilai ekonomi tinggi jika dikelola secara profesional," kata Yanto Santoso. Unsur hara adalah sumber nutrisi atau makanan yang dibutuhkan oleh tanaman.
Hal tersebut diungkapkan oleh Yanto Santoso dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Permasalahan dan Strategi Pengelolaan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) secara Optimal dan Berkelanjutan” di IPB International Convention Center, Bogor, Rabu (20/11). Acara itu menghadirkan berbagai pakar dan praktisi lintas disiplin, termasuk akademisi, peneliti, dan pelaku industri.
Basuki Sumawinata dari Pusaka Kalam menyatakan bahwa walaupun limbah yang memiliki Biochemical Oxygen Demand (BOD) bernilai 100 mg/l dibuang ke sungai sangat berbahaya bagi lingkungan, tetapi hal tersebut juga menjadi sia-sia karena banyak kandungan hara yang terbuang secara percuma.
Upaya untuk menghindari terjadinya emisi karbon dalam Land Application (LA), Basuki menyoroti perlunya pengukuran Eh. ”Nilai Eh di bawah -150 mV menunjukkan potensi metana yang tinggi, sedangkan nilai di atas -150 mV relatif aman,” ungkap Basuki.
Suprihatin dari FATETA IPB menyoroti dampak negatif Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) terhadap lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Dia menjelaskan bahwa polutan utama dalam LCPKS mencakup bahan organik seperti BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand), minyak/lemak, nutrien, serta TSS (Total Suspended Solids).
“Tanpa pengolahan yang tepat, komponen-komponen ini dapat menimbulkan kerusakan serius pada lingkungan,” jelas Suprihatin. Karena itu, dia menekankan pentingnya pengolahan LCPKS sebelum dilepaskan ke lingkungan, guna meminimalkan dampak negatifnya.
Lebih jauh, Haskarlianus dari SMART Tbk juga menyampaikan peluang-peluang dari pemanfaatan LCPKS yang bermanfaat untuk lingkungan, agronomi, maupun ekonomi. Menurut dia, melalui penggunaan LCPKS sebagai sumber bahan organik untuk kesuburan dan penambah bahan organik yang semakin terbatas, juga memberikan peluang bahan sumber energi terbarukan.
Saat membahas strategi optimal dan keberlanjutan pengelolaan LCPKS, Gunawan Djajakirana dari Pusaka Kalam menguraikan roadmap pengelolaan LCPKS yang terintegrasi dengan menyoroti pentingnya sinergi antara teknologi dan kebijakan.
Gunawan menyatakan bahwa keberadaan BOD (Biochemical Oxygen Demand) dan COD (Chemical Oxygen Demand) dalam LCPKS bukanlah ancaman, melainkan peluang. “Tingginya BOD dan COD meningkatkan kandungan unsur hara, tetapi juga membutuhkan pengelolaan amoniak yang lebih ketat karena unsur ini berpotensi membahayakan lingkungan, akan tetapi pengurangan BOD secara berlebihan hanya akan menghilangkan potensi manfaat hara dari limbah” ujar Gunawan.
Lebih jauh, Gunawan mengungkapkan bahwa pemantauan logam berat dalam LCPKS di lahan kelapa sawit tidaklah mendesak. “Tanah marginal kebun kelapa sawit cenderung miskin logam berat, sehingga perhatian lebih baik diarahkan pada pengelolaan unsur hara,” tambahnya.
Tag: #jika #diolah #dengan #baik #limbah #cair #pabrik #sawit #bisa #bernilai #ekonomi #tinggi