IHSG Melesat Usai BI Rate Naik, Analis Ungkap Peluang dan Risiko bagi Investor
- Setelah sempat terpuruk akibat tekanan jual masif beberapa pekan terakhir, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) perlahan pulih.
Indeks menguat 404,511 poin atau 7,57 persen ke level 5.746,648 pada penutupan pada perdagangan, Selasa (9/6/2026).
Namun, di balik reli tajam yang membawa indeks keluar dari zona tekanan ekstrem, investor ritel masih dihadapkan pada berbagai tantangan.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai pelaku pasar tidak bisa mengabaikan berbagai tantangan yang masih membayangi perekonomian domestik.
Baca juga: Mengapa IHSG Melesat Usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan? Ini Kata Analis
Salah satu risiko terbesar berasal dari tingginya tingkat suku bunga acuan atau BI Rate yang diterapkan Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan tekanan inflasi.
Tingginya suku bunga berpotensi menekan permintaan kredit, memperlambat ekspansi dunia usaha, dan mengurangi aktivitas konsumsi masyarakat.
Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,50 persen.
Keputusan itu diumumkan setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG), Selasa.
Di saat yang sama, daya beli masyarakat dinilai masih lemah lantaran kenaikan biaya hidup tidak sepenuhnya diimbangi peningkatan pendapatan.
“Jika kondisi ini berlangsung lebih lama, maka pertumbuhan ekonomi domestik dapat melambat dan berpengaruh terhadap kinerja emiten yang sangat bergantung pada konsumsi rumah tangga,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Selasa malam.
Di sisi lain, sektor perbankan yang selama ini menjadi motor utama pergerakan IHSG juga menghadapi tantangan tersendiri.
Kenaikan suku bunga memang berpotensi meningkatkan margin bunga bersih atau Net Interest Margin (NIM). Namun manfaat itu dapat berkurang apabila kualitas kredit mulai mengalami penurunan.
Menurutnya, investor mulai mencermati potensi kenaikan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) saat suku bunga lebih tinggi.
Ketika bunga pinjaman meningkat, beban cicilan rumah tangga dan dunia usaha ikut bertambah.
Risiko gagal bayar berpotensi meningkat terutama pada segmen usaha kecil dan menengah, sektor yang sensitif terhadap pelemahan daya beli, serta debitur yang memiliki tingkat utang tinggi.
“Dalam lingkungan suku bunga yang lebih tinggi, beban cicilan rumah tangga dan dunia usaha ikut meningkat. Risiko gagal bayar dapat bertambah terutama pada segmen usaha kecil dan menengah serta debitur yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap konsumsi domestik,” paparnya.
Hingga kini kualitas aset perbankan besar masih relatif terjaga.
Kendati begitu Hendra menilai pasar terus memantau apakah perlambatan ekonomi dan penurunan daya beli mulai tecermin pada kenaikan NPL dalam beberapa kuartal mendatang.
Hal itu menjadi alasan mengapa investor asing masih cenderung berhati-hati, meskipun valuasi saham perbankan jauh lebih murah dibandingkan beberapa tahun terakhir.
Meski begitu, Hendra memandang bahwa kondisi pasar saat ini justru mulai menghadirkan peluang yang menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.
Baca juga: IHSG Rebound 7,57 Persen, OJK Ungkap Pemicunya
Banyak saham blue chip dengan fundamental kuat diperdagangkan pada valuasi yang jauh lebih murah dibandingkan rata-rata historis-nya.
Secara sederhana, pasar saat ini sedang menawarkan banyak perusahaan berkualitas dengan harga diskon besar akibat tekanan beberapa waktu terakhir.
Namun pendekatan yang digunakan sebaiknya bukan membeli sekaligus dalam jumlah besar, tetapi mengakumulasi secara bertahap atau dollar cost averaging.
Strategi itu penting karena volatilitas masih tinggi dan kemungkinan koreksi jangka pendek tetap dapat terjadi sewaktu-waktu.
Investor perlu lebih selektif memilih emiten yang memiliki neraca keuangan kuat, arus kas sehat, dan kemampuan mempertahankan profitabilitas.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ihsg #melesat #usai #rate #naik #analis #ungkap #peluang #risiko #bagi #investor