Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berencana memberikan relaksasi kuota produksi batu bara pada RKAB tahun 2026. [Antara]
13:14
8 Juni 2026

Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026

Menterian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan akan memberikan relaksasi kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB 2026.

Tercatat pada tahun ini Kementerian ESDM menetapkan kuota batubara sebesar 600 juta ton, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton.

Bahlil mengungkapkan rencana itu usai menggelar koordinasi dalam rangka penguatan ekonomi nasional bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta perwakilan dari BP Danantara, Doni Oskaria di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Senin (8/6/2026).

"Nah atas dasar itu kita selalu mengikuti perkembangan dengan kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Artinya kalau harganya bagus kita akan meningkatkan produksi. Kalau harganya mulai mentok kita juga akan membuat kebijakan agar supply and demand itu bisa kita jaga," kata Bahlil.

Ia menjelaskan pertimbangan pemberian relaksasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika pasar global, khususnya akibat situasi geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.

"Maka idealnya pemerintah atau pengusaha atau rakyat pun berkepentingan untuk harga bagus, produksi kita juga harus banyak. Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif," kata Bahlil.

Dia memastikan bahwa relaksasi yang nantinya diambil Kementerian ESDM akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan perkembangan harganya.

"Untuk harga global, kita akan melihat, kalau harganya bagus, ya kita akan melakukan relaksasi yang terukur. Tujuannya kita juga ingin mendapatkan harga yang baik dan devisa kita bisa masuk," kata Bahlil.

Terpisah, ketika ditanya mengenai angka pasti yang akan diputuskan, Bahlil masih enggan membeberkannya.

"Nanti kita lihat," jawabnya singkat.

Pemangkasan produksi batu bara bertujuan untuk mengendalikan stabilitas harga pasar. Sebagai gambaran, dari 790 juta ton total produksi tahun 2025, sebanyak 514 juta ton (65,1%) diekspor, 254 juta ton (32%) diserap pasar domestik, dan sisanya sebanyak 22 juta ton (2,8%) menjadi stok nasional.

Indonesia menguasai hampir 43 persen pangsa pasar global dengan menyuplai 514 juta ton dari total 1,3 miliar ton perdagangan dunia. Dominasi pasokan yang terlalu besar ini dinilai mengganggu keseimbangan pasar dan memicu kejatuhan harga.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #bahlil #akan #tambah #kuota #produksi #batubara #2026

KOMENTAR