IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!
Pasar modal Indonesia mengalami tekanan hebat pada perdagangan awal pekan, Senin (8/6/2026). Saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar raksasa (big banks) atau kategori KBMI IV kembali berguguran secara masif, yang secara langsung menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke zona merah dengan koreksi yang sangat dalam.
Sejak bel pembukaan perdagangan pagi, IHSG terpantau langsung anjlok sebanyak 214 poin atau sekitar 3,75% ke level 5.390. Penurunan tajam di awal paruh waktu ini dilaporkan melampaui rata-rata pelemahan yang terjadi di mayoritas bursa saham kawasan Asia.
Tekanan jual yang belum mereda sepanjang perdagangan membuat IHSG sempat menyentuh titik terendahnya di level 5.346,33 atau merosot hingga 245 poin (4,36%) dari basis penutupan sebelumnya.
Pada penutupan perdagangan sesi I siang ini, IHSG akhirnya sedikit memangkas jarak pelemahan dan bertengger di level 5.434,30, atau terkoreksi sebesar 160,46 poin (2,87%). Indeks LQ45 juga ikut turun sebesar 2,77% ke posisi 542,32.
Merosotnya kepercayaan pasar di lantai bursa ini sejalan dengan volatilitas tinggi yang melanda nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Garuda dilaporkan melemah tipis hingga melampaui level psikologis baru dengan menyentuh kisaran Rp18.121 hingga Rp18.169 per Dolar AS.
Secara akumulatif, kejatuhan nilai tukar Rupiah terpantau telah ambles lebih dari 10% jika dihitung sejak awal tahun (year to date/ytd). Tekanan ini kian diperberat oleh pergerakan komoditas energi global, di mana harga minyak mentah jenis Brent bertengger di level US$97,07 per barel.
Sektor Perbankan KBMI IV Jadi Pemberat Indeks
Sektor perbankan raksasa yang biasanya menjadi motor penggerak indeks justru menjadi lagging movers utama akibat aksi lepas saham oleh investor global:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Mengalami penurunan signifikan hingga sempat menyentuh Rp4.900 per lembar, sebelum ditutup di level Rp4.960 atau melemah 2,27% pada sesi I dengan nilai transaksi mencapai Rp2,02 triliun.
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Sempat ambles hingga 4,01% ke level Rp2.630, dan berakhir di posisi Rp2.660 atau minus 2,92% di sesi I dengan total perputaran modal sebesar Rp1,06 triliun.
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Terkoreksi ke harga Rp3.750, sebelum parkir di level Rp3.820 per lembar saham atau turun tipis 0,52%.
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI): Mengalami pelemahan sebesar Rp130 atau drop 4,05% dan tertahan di posisi Rp3.080.
Saham BBCA catat rekor terburuk [Stockbit]Selain sektor perbankan, saham telekomunikasi pelat merah PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menjadi penekan utama pergerakan indeks setelah harganya longsor sebesar 11,96% ke level Rp2,430.
Data perdagangan BEI mencatat total nilai transaksi pada paruh pertama hari ini mencapai Rp12,92 triliun, di mana porsi pasar reguler menyumbang sebesar Rp12,53 triliun dan pasar negosiasi sebesar Rp388,15 miliar. Adapun volume saham yang berpindah tangan mencapai 20,24 miliar lembar saham.
Kondisi pasar secara umum menunjukkan dominasi tren bearish yang kuat, di mana sebanyak 973 saham harganya rontok, 192 saham bergerak stagnan, dan hanya 132 saham yang berhasil mencatatkan kenaikan harga.
Di tengah kejatuhan pasar, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tampil anomali menjadi motor penggerak utama (leading mover).
Saham TPIA meroket hingga 21,07% (naik Rp275) ke level Rp1.580 per lembar saham dan diperdagangkan aktif sebanyak 139.867 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,7 triliun.
Beberapa emiten lain yang masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah STAR (+22,76%), OBAT (+22,28%), GRIA (+21,21%), serta CTBN yang naik Rp1.225 menjadi Rp7,450. Sebaliknya, posisi top losers dipimpin oleh saham ritel kesehatan SRAJ yang anjlok 15,00% ke level Rp10.200, disusul oleh ANJT (-14,95%) dan SUPA (-14,89%).
Disclaimer: Artikel berita ini disusun berdasarkan rangkuman data real-time perdagangan Bursa Efek Indonesia sesi I tanggal 8 Juni 2026. Berita ini bersifat informatif seputar situasi pasar modal dan tidak dimaksudkan sebagai saran, instruksi, atau rekomendasi untuk melakukan transaksi jual-beli instrumen keuangan tertentu.
Tag: #ihsg #hancur #lebur #sesi #saham #bbca #banks #catat #harga #termurah