Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!
Harga sejumlah komoditas pangan nasional mengalami pergerakan yang cukup beragam pada awal pekan ini. Di tengah tren penurunan harga beberapa kebutuhan pokok, lonjakan tajam justru terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam ras yang berpotensi menambah beban belanja masyarakat.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia per Senin (8/6/2026) pukul 09.31 WIB, cabai menjadi komoditas dengan kenaikan harga paling mencolok. Harga cabai merah keriting melonjak 20,52% menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara cabai merah besar naik 18,53% menjadi Rp58.900 per kilogram dan cabai rawit hijau melesat 15,91% ke level Rp69.200 per kilogram.
Tak hanya cabai, harga bawang putih ukuran sedang juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 18,03% menjadi Rp45.500 per kilogram. Sementara harga bawang merah ukuran sedang naik 2,36% menjadi Rp52.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada telur ayam ras segar. Komoditas yang menjadi andalan konsumsi rumah tangga itu tercatat naik 3,77% menjadi Rp31.650 per kilogram.
Di kelompok beras, harga relatif stabil meski beberapa jenis masih mencatat kenaikan tipis. Beras medium I naik 0,31% menjadi Rp16.250 per kilogram, sedangkan beras medium II meningkat 1,43% menjadi Rp17.700 per kilogram. Beras kualitas bawah II bahkan naik 6,23% menjadi Rp15.350 per kilogram.
Meski demikian, kabar baik datang dari sejumlah komoditas lain yang mengalami penurunan harga cukup dalam. Harga daging ayam ras segar turun 8,95% menjadi Rp35.600 per kilogram, memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan sumber protein dengan harga lebih terjangkau.
Penurunan juga terjadi pada daging sapi. Harga daging sapi kualitas I terkoreksi 3,26% menjadi Rp145.600 per kilogram, sementara kualitas II turun 1,31% menjadi Rp139.650 per kilogram.
Untuk kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan bermerek I turun 3,13% menjadi Rp23.250 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek II bahkan anjlok 7,34% menjadi Rp21.450 per liter. Namun, minyak goreng curah justru naik 1,95% menjadi Rp20.950 per liter.
Sementara itu, harga gula pasir premium turun cukup tajam sebesar 11,36% menjadi Rp17.950 per kilogram. Adapun gula pasir lokal turun tipis 0,52% ke level Rp19.000 per kilogram.
Di sisi lain, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang mengalami koreksi terdalam dengan penurunan 10,06% menjadi Rp73.750 per kilogram setelah sebelumnya berada di level yang tinggi.
Pergerakan harga yang beragam ini menunjukkan tekanan inflasi pangan masih perlu diwaspadai, terutama dari kelompok hortikultura yang terkenal fluktuatif dan berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Tag: #harga #cabai #meledak #hingga #telur #ikut #naik #dompet #emak #emak #terancam