BI dan Pemerintah Siapkan Dua Langkah Stabilkan Rupiah
Konferensi pers Menkeu, Gubernur BI, dan DPRI, Sabtu (6/6/2026)(KOMPAS.com/SUPARJO RAMALAN)
11:44
6 Juni 2026

BI dan Pemerintah Siapkan Dua Langkah Stabilkan Rupiah

 Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menyiapkan dua langkah utama untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang masih tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Dua langkah tersebut meliputi peningkatan daya tarik imbal hasil instrumen keuangan domestik agar modal asing kembali masuk, serta menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan koordinasi fiskal dan moneter antara pemerintah dan bank sentral.

Koordinasi itu dibahas dalam pertemuan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

“Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat keras bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Perry seusai pertemuan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta.

Baca juga: Gubernur BI, Menkeu dan DPR Gelar Pertemuan di Akhir Pekan, Bahas Pelemahan Rupiah

Pertemuan tersebut berlangsung saat nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan.

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Mata uang Garuda naik 13 poin atau 0,07 persen ke level Rp 18.036 per dolar AS.

Rupiah diperkirakan masih berpotensi tertekan hingga mendekati level psikologis Rp 19.000 per dolar AS pada pekan depan apabila sentimen negatif berlanjut.

Perry mengatakan koordinasi fiskal dan moneter akan difokuskan untuk memastikan kebijakan pemerintah dan BI berjalan seirama, saling mendukung, dan saling memperkuat sesuai kewenangan masing-masing.

Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Penguatan koordinasi fiskal moneter itu terus kita lakukan dan saat ini adalah memang difokuskan bagaimana fiskal dan moneter seirama saling mendukung, saling memperkuat dengan kewenangan masing-masing untuk memperkuat upaya-upaya bersama melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah,” paparnya.

Baca juga: Purbaya Sebut Rupiah Lemah Tekan Pedagang Tahu Tempe

Langkah pertama, pemerintah dan BI akan meningkatkan daya tarik imbal hasil atau yield instrumen keuangan domestik.

Strategi ini ditempuh agar aliran modal asing atau portfolio inflow kembali masuk ke Indonesia.

Perry mengatakan kenaikan suku bunga di luar negeri telah memicu arus keluar modal asing dari pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio inflow kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri memang itu ada outflow Ada saham dan SBN,” paparnya.

Menurut Perry, peningkatan daya tarik investasi di pasar keuangan domestik diharapkan mampu menarik kembali modal asing dalam jumlah lebih besar.

Aliran modal tersebut dibutuhkan untuk membantu menjaga stabilitas rupiah.

Langkah kedua, pemerintah dan BI akan menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan.

Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia.

Selain itu, BI akan meningkatkan remunerasi atau bunga yang dibayarkan kepada pemerintah.

Kebijakan ini diharapkan membuat operasi moneter tetap berjalan efektif untuk mendukung stabilitas rupiah.

Pada saat yang sama, kebijakan fiskal tetap dapat berjalan untuk menopang perekonomian.

“Nomor dua adalah sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap berada di Bank Indonesia. Selain itu, dilakukan peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah. Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sementara operasi fiskal juga tetap mendukung,” lanjut Perry.

Perry menegaskan dua langkah tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara otoritas fiskal dan moneter.

Ia memastikan koordinasi akan terus diperkuat agar respons kebijakan terhadap tekanan global maupun domestik semakin efektif.

Tag:  #pemerintah #siapkan #langkah #stabilkan #rupiah

KOMENTAR