Bos BEI Bantah Kabar MSCI Turunkan Status Bursa RI ke Frontier Market
Bursa Efek Indonesia (BEI).(Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI))
16:40
4 Juni 2026

Bos BEI Bantah Kabar MSCI Turunkan Status Bursa RI ke Frontier Market

- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membantah kabar bahwa Morgan Stanley Capital International (MSCI) menurunkan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan informasi yang beredar melalui tangkapan layar di media sosial tersebut tidak benar dan tidak berasal dari pengumuman resmi MSCI.

Karena itu, BEI mengingatkan investor agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di pasar tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu.

“Terkait dengan informasi yang beredar di pasar. Kami tentu sangat berharap investor bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang akurat,” ujar Jeffry saat ditemui di gedung BEI, Kamis (4/6/2026).

“Kemarin kita ikuti bersama ada informasi yang tidak akurat beredar di pasar terkait dengan tangkapan layar. Seolah-olah ada pengumuman MSCI bahwa Indonesia ditempatkan di frontier market, yang ternyata itu adalah informasi yang salah,” paparnya.

Baca juga: IHSG Anjlok 1,70 Persen ke 5.839, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah

Dalam kondisi pasar yang sensitif, informasi yang tidak akurat dapat memicu kepanikan dan mendorong investor mengambil keputusan investasi yang tidak berdasarkan fakta maupun fundamental perusahaan.

Jeffrey menegaskan hingga kini BEI masih memiliki keyakinan yang tinggi bahwa Indonesia akan tetap mempertahankan status sebagai emerging market. Optimisme itu didasarkan pada berbagai langkah yang telah dilakukan regulator, pelaku pasar, dan pemangku kepentingan pasar modal untuk meningkatkan kualitas, likuiditas, aksesibilitas, serta tata kelola pasar modal tanah air.

“Terkait dengan MSCI, yang dapat kami sampaikan adalah bahwa dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di emerging market,” pungkas dia.

Status emerging market sendiri sangat penting karena menjadi salah satu pertimbangan investor institusi global dalam mengalokasikan dana investasi.

Apabila suatu negara turun menjadi frontier market, potensi arus dana asing yang masuk ke pasar saham dapat berkurang karena sebagian besar dana investasi global memiliki mandat untuk berinvestasi pada negara-negara yang masuk kategori emerging market.

Oleh sebab itu, BEI menilai informasi yang menyebut Indonesia turun kelas ke frontier market berpotensi menyesatkan investor.

Baca juga: IHSG Ambles 1,70 Persen ke 5.839, Bos BEI Pastikan Fundamental Emiten Masih Kuat

Jeffrey kembali menegaskan bahwa berdasarkan perkembangan dan berbagai upaya yang telah dilakukan selama ini, BEI masih optimistis Indonesia akan tetap berada dalam kelompok pasar berkembang atau emerging market di mata MSCI.

“Sekali lagi saya sampaikan, dari hal-hal konkret yang sudah kita lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi Indonesia akan tetap di emerging market,” lanjutnya.

Tag:  #bantah #kabar #msci #turunkan #status #bursa #frontier #market

KOMENTAR