Bitcoin Merosot Rp 108 Juta, Perang Iran Jadi Penyebab
- Kapitalisasi pasar kripto menyusut 5 persen yang berakibat nilai Bitcoin merosot lebih dari 6.000 dollar AS (sekitar Rp 108 juta), Kamis (4/6/2026).
Harga Bitcoin saat ini berada di 64.428 dollar AS (Rp 1,15 miliar) melemah 12,23 persen dari level sebelumnya di 70.000 dollar AS (Rp 1,26 miliar).
Tapi, sejumlah mata uang digital lainnya seperti Altcoin HYPE naik 19 persen, INJ menguat 19 persen, XLM melonjak 53 persen, H melesat 151 persen, dan LAB naik 228 persen dalam seminggu terakhir.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Turun, Sejumlah Altcoin Melonjak hingga 228 Persen
Saat Bitcoin turun dan Altcoin naik, ini bukan kepanikan pasar melainkan rotasi aset oleh investor ke likuiditas lainnya.
"Selera risiko investor tidak benar-benar hilang. Yang terjadi adalah rotasi ke aset-aset dengan narasi dan fundamental yang lebih spesifik. Ini pola yang sering mendahului fase ekspansi berikutnya," jelas Analis Reku, Fahmi Almuttaqin dikutip dari Kontan, Kamis.
Baca juga: Bitcoin (BTC) Masuk Zona Rawan, Investor Tunggu Arah Baru
Pembayaran berbasis USDC
Masa depan uang digital di dalam negeri Amerika Serikat (AS) terlihat cerah.
Lembaga kliring kenamaan di Wall Street, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC) segera membawa instrumen Exchange-Traded Fund (ETF) masuk ke bursa efek.
ETF terdiri dari berbagai saham yang pembeliannya diintegrasikan jadi satu.
Baca juga: Trump Media Lepas Bitcoin Rp 3,62 Triliun, Investor Khawatir Tekanan Jual
SoFi Technologies, Inc juga tak mau ketinggalan dengan meluncurkan stablecoin.
Sebab, AS hendak memperluas sekaligus mengintegrasikan penggunaan USD Coin (USDC) untuk transaksi yang nilainya 1:1 dengan dollar AS.
Konflik Timur Tengah
Pasar masih melihat perkembangan konflik AS-Iran di Timur Tengah termasuk investor kripto.
Selain itu, serangan Israel ke Lebanon mempengaruhi negosiasi damai antar pihak yang bertikai.
Baca juga: Zcash Melonjak 1.100 Persen, Investor Mulai Sebut “Bitcoin Baru”
"Beberapa orang terluka dalam serangan pesawat tak berawak Israel terhadap sebuah kendaraan setelah para pejabat Israel dan Lebanon sepakat untuk menghentikan perang selama serangkaian pertemuan di Washington, DC," lapor Al Jazeera, Kamis.
Otoritas Iran menyatakan, segala serangan ke Lebanon mempengaruhi negosiasi damai, Teheran memastikan pembicaraan jauh lebih sulit bila Israel masih menyerang Beirut.
Baca juga: Bitcoin Jatuh ke 79.000 Dollar AS, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?