Harga Emas Dunia Menguat Saat Dollar AS dan Minyak Melemah
Ilustrasi emas, emas batangan. Penyebab harga emas naik-turun. Harga emas.(FREEPIK/RAWPIXEL.COM)
11:52
4 Juni 2026

Harga Emas Dunia Menguat Saat Dollar AS dan Minyak Melemah

– Harga emas dunia menguat pada perdagangan Kamis (4/6/2026), didorong oleh pelemahan dollar AS dan penurunan harga minyak mentah.

Pada saat yang sama, pelaku pasar terus mencermati perkembangan terbaru konflik di Timur Tengah yang mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.

Mengutip Reuters, Kamis (4/6/2026) harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi 4.464,69 dollar AS per troy ons pada pukul 04.08 GMT.

Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus menguat 0,6 persen menjadi 4.491,70 dollar AS per troy ons.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Juni 2026, Cek Daftar Terbarunya

Dollar AS dan harga minyak jadi penopang

Penguatan harga emas terjadi seiring melemahnya dollar AS, yang membuat logam mulia tersebut lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Selain itu, harga minyak yang turun turut mendukung pergerakan emas.

Pasar menilai meredanya ketegangan geopolitik dapat mengurangi risiko lonjakan inflasi yang selama ini menjadi salah satu kekhawatiran utama investor.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer mengatakan, arah pergerakan emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan harga minyak dan dollar AS.

"Emas cenderung bergerak naik ketika harga minyak dan dollar melemah. Karena itu, keberlanjutan penguatannya masih bergantung pada perkembangan positif terkait hubungan AS dan Iran," ujar Waterer.

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 4 Juni 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil

Harapan perdamaian Timur Tengah menguat

Sentimen pasar membaik setelah pemerintah AS mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati implementasi gencatan senjata untuk mengakhiri permusuhan di antara kedua pihak.

Kesepakatan tersebut memunculkan optimisme bahwa penyelesaian konflik yang lebih luas, termasuk yang melibatkan Iran, dapat segera tercapai.

Di sisi lain, Dewan Perwakilan Rakyat AS yang dikuasai Partai Republik menyetujui resolusi untuk menghentikan keterlibatan Presiden Donald Trump dalam perang melawan Iran.

Langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran sejumlah anggota Partai Republik terhadap konflik yang telah berlangsung selama sekitar tiga bulan.

Harapan meredanya ketegangan geopolitik juga menjadi salah satu faktor yang menekan harga minyak pada perdagangan Kamis.

Ilustrasi harga emas.canva.com Ilustrasi harga emas.

Baca juga: Minat Investasi Emas Meningkat, Nasabah Bullion BSI Meroket 400 Persen

Sikap The Fed masih jadi perhatian

Selain perkembangan geopolitik, investor juga terus memantau arah kebijakan moneter AS.

Presiden Federal Reserve New York John Williams mengatakan dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi diperkirakan tidak akan berlangsung lama. Karena itu, menurut dia, belum ada alasan untuk mengubah kebijakan moneter saat ini.

Pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS masih akan mempertahankan suku bunga pada level yang ada dalam waktu dekat.

Bagi pasar emas, prospek suku bunga yang tetap tinggi menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Meski emas dikenal sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan atau bertahannya suku bunga tinggi biasanya mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca juga: Investasi Emas Digital Populer, Hindari Kesalahan Ini agar Tak Rugi

Analis prediksi tren emas belum berakhir

Senior Analyst StoneX, Matt Simpson menilai reli emas masih memiliki ruang untuk berlanjut meski pasar kemungkinan mengalami fase konsolidasi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurut dia, pergerakan harga emas hingga akhir tahun berpotensi berlangsung fluktuatif, namun masih menunjukkan kecenderungan menguat.

"Saya tidak berpikir tren bullish emas sudah berakhir. Namun pasar kemungkinan akan mengalami fase penyesuaian sebelum melanjutkan kenaikan," ujar Simpson.

Ia memperkirakan harga emas masih berpeluang bergerak menuju level 5.000 dollar AS per ons troi dalam jangka panjang.

Logam mulia lain ikut menguat

Kenaikan tidak hanya terjadi pada emas. Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan pada perdagangan Kamis.

Harga perak di pasar spot naik 1 persen menjadi 73,44 dollar AS per troy ons. Sementara itu, platinum menguat 1 persen menjadi 1.878,50 dollar AS per troy ons dan paladium bertambah 0,6 persen menjadi 1.309,68 dollar AS per troy ons.

Tag:  #harga #emas #dunia #menguat #saat #dollar #minyak #melemah

KOMENTAR