Kekayaan Elon Musk Berpotensi Tembus Rp 17.800 Triliun Usai IPO SpaceX
– Elon Musk berpeluang menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 triliun dollar AS seiring rencana penawaran umum perdana saham (IPO) SpaceX.
Berdasarkan prospektus IPO terbaru yang dipublikasikan perusahaan pada Rabu (3/6/2026), SpaceX berencana menawarkan sahamnya dengan harga 135 dollar AS per saham. Harga tersebut menempatkan valuasi perusahaan di kisaran 1,77 triliun dollar AS.
Dengan valuasi tersebut, kepemilikan saham Elon Musk di SpaceX diperkirakan bernilai sekitar 866,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 15.424 triliun (asumsi kurs Rp 17.800 per dollar AS).
Baca juga: 10 Orang Terkaya di Dunia Akhir Mei 2026 Versi Forbes, Kekayaan Elon Musk Lebih dari 14.000 T
Nilai itu belum termasuk kepemilikannya di Tesla yang saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 355 miliar dollar AS atau sekitar Rp 6.319 triliun.
Elon Musk juga masih memiliki opsi saham Tesla yang nilainya dapat menambah kekayaannya lebih dari 100 miliar dollar AS.
Jika seluruh aset tersebut diperhitungkan, total kekayaan Elon Musk berpotensi melampaui 1 triliun dollar AS atau sekitar Rp 17.800 triliun setelah IPO SpaceX terlaksana.
Tetap kuasai SpaceX
Prospektus menunjukkan Elon Musk akan tetap memegang kendali kuat atas perusahaan setelah IPO. Hak suara yang dimilikinya diperkirakan tetap berada di atas 82 persen.
Namun, terdapat ketentuan lock-up yang mengharuskannya mempertahankan seluruh saham tersebut selama satu tahun setelah IPO.
Baca juga: Elon Musk Mau Bawa SpaceX IPO meski Masih Rugi Besar
Dalam dokumen prospektus, SpaceX menyatakan kepemilikan besar Musk memberikan insentif ekonomi yang kuat bagi dirinya untuk terus mendukung kesuksesan perusahaan.
Setelah masa lock-up berakhir, Musk memiliki keleluasaan untuk menjual sebagian atau seluruh kepemilikannya sesuai keputusan pribadi.
SpaceX berpotensi masuk jajaran raksasa teknologi
Apabila IPO berjalan sesuai rencana pekan depan dan valuasi perusahaan bertahan di kisaran 1,77 triliun dollar AS, SpaceX akan langsung masuk kelompok perusahaan paling bernilai di Amerika Serikat.
Nilai perusahaan tersebut bahkan berpotensi melampaui Tesla maupun Meta Platforms di antara kelompok perusahaan dengan valuasi di atas 1 triliun dollar AS.
Meski demikian, dari sisi pendapatan, SpaceX masih jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan teknologi raksasa lainnya.
Pada 2025, SpaceX membukukan pendapatan sekitar 18,67 miliar dollar AS. Sebagai perbandingan, Meta mencatat pendapatan lebih dari 200 miliar dollar AS, sementara Tesla membukukan penjualan hampir 95 miliar dollar AS.
Baca juga: Sam Altman Kalahkan Elon Musk di Pengadilan OpenAI
Ambisi jangka panjang Elon Musk
Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah investor berspekulasi bahwa Elon Musk pada akhirnya dapat menggabungkan SpaceX dan Tesla untuk menyatukan sumber daya kecerdasan buatan (AI) serta mempermudah penggalangan modal pada masa depan.
Musk juga memiliki skema insentif jangka panjang yang ambisius di kedua perusahaan tersebut.
Di SpaceX, kompensasi berbasis kinerja Musk dikaitkan dengan dua target besar, yakni mencapai kapitalisasi pasar sebesar 7,5 triliun dollar AS serta mewujudkan koloni manusia di Mars dengan sedikitnya satu juta penduduk.
Sementara itu, paket kompensasi di Tesla terdiri atas 12 tahap pencairan yang bergantung pada pencapaian target kapitalisasi pasar dan kinerja operasional perusahaan.
Elon Musk pertama kali menjadi orang terkaya di dunia pada 2021 setelah melampaui pendiri Amazon, Jeff Bezos.
Saat ini, menurut daftar Forbes, kekayaannya masih unggul jauh dibandingkan tokoh teknologi lain, termasuk pendiri bersama Google, Larry Page, yang berada di posisi berikutnya.
Tag: #kekayaan #elon #musk #berpotensi #tembus #17800 #triliun #usai #spacex