Wall Street Cetak Rekor, Saham Nvidia Melonjak 6,3 Persen Berkat Chip AI Baru
Ilustrasi Wall Street, bursa saham AS New York Stock Exchange.(UNSPLASH/ADITYA VYAS)
09:08
2 Juni 2026

Wall Street Cetak Rekor, Saham Nvidia Melonjak 6,3 Persen Berkat Chip AI Baru

– Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street mencatat kenaikan moderat pada perdagangan awal pekan, seiring investor yang terus mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Kemudian, investor menyambut peluncuran chip komputer terbaru yang digadang-gadang akan membawa kecerdasan buatan (AI) ke komputasi personal.

Pada perdagangan Senin (1/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup naik 46,42 poin atau 0,09 persen ke level 51.078,88. Sementara itu, indeks S&P 500 menguat 19,90 poin atau 0,26 persen menjadi 7.599,96 dan indeks Nasdaq Composite naik 114,19 poin atau 0,42 persen ke posisi 27.086,81.

Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, hanya sektor teknologi dan energi yang mencatatkan kenaikan. Adapun sektor utilitas menjadi sektor dengan penurunan persentase terbesar.

Baca juga: Saham Dell Melonjak 33 Persen, Demam AI Dorong Wall Street ke Rekor Tertinggi

Sektor teknologi melonjak 2,5 persen dan menjadi pendorong utama penguatan Nasdaq serta S&P 500 yang kembali mencetak rekor penutupan tertinggi.

Sementara itu, kenaikan indeks Dow Jones relatif terbatas karena sebagian besar sektor dalam S&P 500 masih berada di zona merah.

Faktor Geopolitik

Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran masih terus berlanjut. Sebelumnya, kantor berita Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan negosiasi tidak langsung dengan Washington setelah serangkaian serangan baru yang berpotensi menggagalkan upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang kini telah memasuki bulan keempat.

Peningkatan eskalasi konflik tersebut mendorong harga minyak mentah melonjak. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran pasar terhadap dampak perang berkepanjangan yang berpotensi mempercepat laju inflasi.

“Kita sebenarnya tidak tahu bagaimana situasinya,” ujar Thomas Martin, Senior Portfolio Manager di GLOBALT, Atlanta, dikutip dari Reuters Selasa (2/6/2026).

“Pasar tampaknya berpikir bahwa sesuatu akan diselesaikan pada suatu saat, tetapi kita tidak memiliki informasi yang cukup baik untuk dijadikan acuan, seperti apa yang sebenarnya diinginkan Iran dan apa yang bersedia diterima Trump,” lanjutnya.

Penguatan saham berlanjut setelah Trump mengatakan tidak ada pasukan Israel yang akan memasuki Beirut. Pernyataan itu disampaikan setelah percakapan teleponnya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca juga: Trump Cuek Hasil Negosiasi dengan Iran, Harga Minyak Langsung Naik 4 Persen

Sektor Teknologi

Di sektor teknologi, saham Nvidia melesat 6,3 persen setelah perusahaan meluncurkan chip baru yang memungkinkan kemampuan AI berjalan langsung di komputer pribadi.

Chip tersebut merupakan hasil kolaborasi selama tiga tahun dengan Microsoft untuk “menciptakan kembali PC” pada era AI, kata Chief Executive Officer (CEO) Nvidia Jensen Huang.

Sejalan dengan kabar tersebut, saham Microsoft turut menguat 2,3 persen.

Meski demikian, respons saham-saham semikonduktor berlangsung beragam. Saham Qualcomm anjlok 8,8 persen, sementara saham Intel turun 4,7 persen. Sebaliknya, saham Micron melonjak 6,6 persen dan berhasil menembus level US$ 1.000 untuk pertama kalinya.

Secara keseluruhan, indeks Semikonduktor Philadelphia SE menguat 1,1 persen.

Sektor Ekonomi AS

Dari sisi ekonomi, aktivitas manufaktur AS meningkat pada Mei 2026 untuk bulan kelima berturut-turut. Kinerja tersebut menunjukkan para produsen masih mampu bertahan di tengah gejolak tarif perdagangan dan ketidakpastian geopolitik global.

Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan dirilis pada Jumat (5/6/2026). Data tersebut akan menjadi perhatian utama menjelang rapat kebijakan pertama Federal Reserve di bawah kepemimpinan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada bulan ini.

Pasar juga mencermati potensi tekanan inflasi akibat perang Iran yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter sekaligus mengganggu reli pasar saham yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, saham-saham perangkat lunak menunjukkan pemulihan setelah sempat mengalami aksi jual besar-besaran pada awal tahun akibat kekhawatiran terhadap disrupsi AI.

Disrupsi AI

Saham ServiceNow melonjak 9,2 persen, sedangkan IBM menguat 7,6 persen. Indeks layanan perangkat lunak pun naik 4,3 persen.

“Di sisi perangkat lunak, perusahaan yang sebelumnya tidak berkinerja baik kini mulai berkinerja baik,” kata Martin.

“Sebagian dari itu dikaitkan dengan komentar Nvidia bahwa perangkat lunak merupakan bagian dari solusi, sehingga pasar kembali masuk ke saham-saham perangkat lunak,” tambahnya.

Saham Cadence Design Systems melesat 10,5 persen setelah meluncurkan agen AI bertenaga Nvidia yang ditujukan untuk membantu proses desain chip.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati laporan keuangan Broadcom yang dijadwalkan dirilis pada Rabu pekan ini. Laporan tersebut dinilai penting setelah hasil keuangan Dell yang solid pada pekan lalu mengindikasikan permintaan server AI masih sangat kuat.

Tag:  #wall #street #cetak #rekor #saham #nvidia #melonjak #persen #berkat #chip #baru

KOMENTAR