Penumpang Tembus 155 Juta, Stasiun Bogor Siapkan 3 Peron Baru untuk Tambah Kapasitas
Pengguna Stasiun Bogor mesti bersabar. Saat ini, tiga peron di Stasiun Bogor tengah diperpanjang guna mendukung operasional Commuter Line dengan formasi 12 kereta dalam satu rangkaian (SF12). Perpanjangan peron Stasiun Bogor untuk jalur 6, 7, dan 8 sudah berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026 mendatang.(DOK. PT KAI Commuter)
09:32
2 Juni 2026

Penumpang Tembus 155 Juta, Stasiun Bogor Siapkan 3 Peron Baru untuk Tambah Kapasitas

- Pertumbuhan jumlah penumpang Commuter Line Bogor Line yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir mendorong percepatan pengembangan fasilitas di Stasiun Bogor.

KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan memperluas kapasitas layanan melalui pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8 serta penguatan konektivitas dengan Stasiun Bogor Paledang.

Pengembangan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus bertambah, sekaligus mendukung pengoperasian rangkaian Commuter Line 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas angkut lebih besar.

Baca juga: Urai Kepadatan di Stasiun Bogor, Stasiun Sukaresmi Segera Dibangun

"Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line," ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam keterangan resmi, Selasa (2/6/2026).

Bobby mengatakan, pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 dimulai sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026. Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian SF12 yang memiliki daya angkut lebih besar.

Baca juga: KAI Percepat Pengembangan Peron Stasiun Bogor untuk KRL 12 Rangkaian

Pertumbuhan Penumpang Terus Menguat

Sejalan dengan pengembangan infrastruktur tersebut, volume pelanggan Bogor Line menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pada 2022 volume pelanggan Bogor Line tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan. Jumlah itu meningkat menjadi 133 juta pelanggan pada 2023, kemudian mencapai 145,9 juta pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 155 juta pelanggan pada 2025.

"Hingga April 2026, volume pelanggan Bogor Line telah mencapai 51,8 juta pelanggan. Dalam kurun tiga tahun terakhir, volume pelanggan Bogor Line bertambah sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sekitar 51,9 persen," kata Anne.

"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa Bogor Line telah berkembang menjadi salah satu tulang punggung mobilitas masyarakat Jabodetabek," tambahnya.

Baca juga: KAI Bangun Uji Coba Palang Pintu Baru di Kawasan Ampera dekat Stasiun Bekasi Timur

Jumlah Penumpang Terus Bertambah

Menurut Anne, peningkatan jumlah pengguna Commuter Line turut mendorong kebutuhan kapasitas layanan yang lebih besar, baik pada armada kereta maupun infrastruktur pendukung seperti stasiun.

Kondisi tersebut mencerminkan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel sebagai moda utama mobilitas harian.

Profil pelanggan Commuter Line menunjukkan dominasi kelompok usia produktif yang mencapai 91 persen dari total pengguna. Sebanyak 52 persen perjalanan dilakukan untuk aktivitas bekerja dan pendidikan.

Dari sisi pekerjaan, 42 persen pelanggan merupakan pegawai swasta, sementara 55 persen memiliki tingkat pendapatan hingga Rp 5 juta per bulan. Kondisi tersebut menunjukkan peran layanan perkeretaapian dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.

Baca juga: Ragam Keluhan Penumpang, 3 Jam Terjebak Gangguan KRL Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung

Pertumbuhan mobilitas itu juga terlihat di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu simpul transportasi utama di Jabodetabek. Sebagai stasiun terminus Bogor Line, stasiun tersebut melayani pergerakan jutaan pelanggan setiap tahun.

Sepanjang 2025, jumlah pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor mencapai 18,2 juta pelanggan, sedangkan gate out mencapai 18,1 juta pelanggan. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencatat 17,1 juta pelanggan gate in dan 17,2 juta pelanggan gate out.

Sementara itu, selama periode Januari hingga April 2026, tercatat 6,1 juta pelanggan melakukan gate in dan 5,9 juta pelanggan melakukan gate out.

Tingginya jumlah pengguna juga sejalan dengan padatnya operasional perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor. Saat ini stasiun tersebut melayani 392 perjalanan pada hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan.

Baca juga: Penumpang Bogor Line Terus Naik, Peron Stasiun Bogor Diperpanjang

Konektivitas ke Sukabumi Ikut Menguat

Selain melayani perjalanan komuter, Stasiun Bogor juga menjadi bagian dari jaringan konektivitas menuju Sukabumi melalui integrasi dengan Stasiun Bogor Paledang yang terhubung oleh skybridge.

Melalui konektivitas tersebut, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KA Pangrango menuju Sukabumi. Integrasi juga didukung layanan Trans Pakuan dan JR Connexion yang memperluas akses perjalanan masyarakat dari dan menuju kawasan Bogor.

Penguatan konektivitas itu berdampak pada pertumbuhan jumlah pelanggan KA Pangrango. Jumlah pengguna meningkat dari 786.001 pelanggan pada 2023 menjadi 874.789 pelanggan pada 2024, kemudian menembus 1,1 juta pelanggan pada 2025.

Sementara pada triwulan pertama 2026, KA Pangrango telah melayani 281.659 pelanggan.

Peningkatan jumlah pelanggan Bogor Line, tingginya aktivitas operasional di Stasiun Bogor, serta bertambahnya mobilitas menuju Sukabumi menjadi dasar bagi KAI untuk memperkuat kapasitas layanan di koridor tersebut.

Selain pembangunan peron jalur 6, 7, dan 8, proyek pengembangan juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terintegrasi dengan area selasar stasiun untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan saat berpindah jalur maupun menunggu keberangkatan kereta.

Saat ini pekerjaan memasuki tahap pembangunan konstruksi peron baru serta penataan kembali tiang Listrik Aliran Atas (LAA).

Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Selama proses pengembangan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter juga melakukan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran mobilitas penumpang.

Pengaturan arus penumpang, optimalisasi pelayanan petugas, hingga penyampaian informasi perjalanan dilakukan secara intensif. Pada periode dengan kepadatan tinggi, rekayasa pergerakan pelanggan diterapkan, termasuk pengalihan akses menuju Hall Barat melalui JPO Paledang.

Sementara itu, akses menuju Hall Taman Topi dan Pintu Timur Stasiun Bogor tetap dioptimalkan untuk menjaga kelancaran pergerakan pelanggan.

"Bogor Line merupakan koridor dengan volume pelanggan terbesar di jaringan Commuter Line Jabodetabek. Karena itu, peningkatan kapasitas dan kualitas layanan akan terus kami lakukan secara bertahap," kata Anne.

"Pengembangan Stasiun Bogor, penguatan konektivitas melalui Bogor Paledang, serta integrasi antarmoda menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan perjalanan yang semakin mudah, nyaman, dan terhubung bagi masyarakat," tegas Anne.

Tag:  #penumpang #tembus #juta #stasiun #bogor #siapkan #peron #baru #untuk #tambah #kapasitas

KOMENTAR