Rupiah Melemah, Bank Patok Kurs Jual Dollar AS hingga Rp 18.010
Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
10:52
2 Juni 2026

Rupiah Melemah, Bank Patok Kurs Jual Dollar AS hingga Rp 18.010

 Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan pasar spot, Selasa (2/6/2026).

Kondisi itu membuat sejumlah bank nasional mematok kurs jual dollar AS hingga Rp 18.010 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp 17.886 per dolar AS pada pukul 10.05 WIB.

Rupiah melemah 81 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Baca juga: Rupiah Pagi Ini Tertekan ke Rp 17.889 Per Dollar AS, Pelemahannya Hanya Kalah dari Won Korea

Pengamat mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini.

Tekanan terhadap rupiah juga diperkirakan masih berlanjut sepanjang pekan ini.

Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi menuju level Rp 18.150 per dollar AS.

"Rupiah ini kemungkinan dalam perdagangan besok, di hari Selasa pada saat pembukaan pasar di Indonesia, kemungkinan besar akan kembali mengalami pelemahan," ujarnya kepada media, Senin (1/6/2026).

Rupiah sebelumnya sempat menguat pada perdagangan Senin.

Penguatan itu dipengaruhi sentimen mulai diterapkannya aturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA).

Rupiah pada Senin ditutup menguat 76 poin atau 0,43 persen ke level Rp 17.805 per dolar AS.

Namun, Ibrahim menilai sentimen positif tersebut tidak akan berlangsung lama. Rupiah masih akan tertekan oleh penguatan dolar AS.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun, Tertekan Dollar AS dan Kenaikan Harga Minyak

Selain itu, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global, khususnya hubungan AS dan Iran.

"Bisa saja DHE ini sangat berpengaruh, walaupun nanti secara teknisnya saya belum tahu. Tetapi ini hanya bersifat sementara, karena sebenarnya pelaku pasar ini sedang tertuju terhadap pernyataan dari Trump tentang nota kesepahaman gencatan senjata antara Iran dan Amerika. Ini yang sedang ditunggu," ucapnya.

Ibrahim menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan dalam pergerakan pasar keuangan global.

Ia mencatat indeks dolar AS pada perdagangan Senin bergerak menguat, meski sempat mengalami koreksi intraday.

"Kalau saya lihat bahwa dalam perdagangan hari ini sebenarnya dollar AS itu menguat, terjadi gap up. Sempat juga tadi mengalami pelemahan di 35 poin, tetapi langsung kembali menguat," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah berada di level Rp 17.883 per dolar AS pada Jumat (29/5/2026).

Posisi itu melemah dibandingkan Selasa (26/5/2026), ketika kurs rupiah berada di level Rp 17.789 per dolar AS.

Kurs rupiah di sejumlah bank nasional

Sejumlah bank besar mematok kurs jual dolar AS mendekati Rp 18.000 per dolar AS.

Bank Rakyat Indonesia (BRI), misalnya, mematok kurs jual Rp 17.990 per dolar AS.

Kurs jual merupakan harga ketika bank menjual dolar AS kepada nasabah.

Berikut kurs rupiah hari ini di sejumlah bank nasional:

1. BRI
Jual Rp 17.990
Beli Rp 17.788

2. BTN
Jual Rp 18.010
Beli Rp 17.760

3. Bank Mandiri
Jual Rp 17.940
Beli Rp 17.640

4. BNI
Jual Rp 17.895
Beli Rp 17.875

5. CIMB Niaga
Jual Rp 17.889
Beli Rp 17.874

6. BCA
Jual Rp 17.940
Beli Rp 17.690

7. Bank Permata
Jual Rp 17.940
Beli Rp 17.755

Tag:  #rupiah #melemah #bank #patok #kurs #jual #dollar #hingga #18010

KOMENTAR