Rp 13 Juta Sebulan untuk Menyewa Tas Birkin, Mengapa Ada yang Mau?
Ilustrasi tas Birikin. Fenomena penyewaan tas Birkin menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, pengalaman memakai barang mewah kini dianggap lebih penting daripada memilikinya.(dok. Instagram @shinsukesakimoto)
10:35
2 Juni 2026

Rp 13 Juta Sebulan untuk Menyewa Tas Birkin, Mengapa Ada yang Mau?

Membayar sekitar Rp 13 juta per bulan untuk menyewa tas mungkin terdengar tidak masuk akal bagi sebagian orang.

Namun, layanan penyewaan tas mewah justru semakin berkembang, termasuk untuk salah satu tas paling eksklusif di dunia, Hermès Birkin.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan baru: mengapa seseorang rela mengeluarkan uang belasan juta rupiah setiap bulan untuk barang yang tidak akan menjadi miliknya?

Melansir Fashionista (30/4/2026), platform penyewaan aksesori mewah Vivrelle meluncurkan layanan baru bernama Privée yang memungkinkan anggota terpilih menyewa tas Hermès Birkin, Kelly, dan Constance dengan biaya 800 dollar AS atau sekitar Rp 13 juta per bulan.

Layanan tersebut hadir di tengah perubahan cara konsumen menikmati barang mewah, terutama di kalangan generasi yang lebih muda.

Baca juga: Tas Birkin Milik Konglomerat Vietnam yang Dipenjara Laku Rp 8,9 Miliar dalam 30 Menit

Bukan lagi soal memiliki barang

Pendiri sekaligus CEO Vivrelle, Blake Geffen, menilai tren tersebut menunjukkan pergeseran pola pikir konsumen.

"Peralihan dari kepemilikan menuju akses mengubah cara orang memandang dan berhubungan dengan dunia fesyen," kata Geffen kepada James Lane Post, seperti dikutip dari New York Post (27/5/2026).

Jika dulu kemewahan identik dengan kepemilikan, kini sebagian konsumen lebih tertarik pada pengalaman menggunakan barang mewah tanpa harus membeli secara permanen.

Melalui sistem berlangganan, anggota dapat menggunakan tas tertentu selama 30 hari sebelum menukarnya dengan model lain atau memperpanjang masa sewanya.

Bagi sebagian orang, akses terhadap produk yang sulit didapat menjadi daya tarik utama.

Baca juga: Tas Hermès Birkin Kini Bisa Disewa, Biayanya Rp 13 Juta per Bulan

Sulit dibeli, mudah disewa

Tas Hermes Birkin. Fenomena penyewaan tas Birkin menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, pengalaman memakai barang mewah kini dianggap lebih penting daripada memilikinya.Dok. Hermes Tas Hermes Birkin. Fenomena penyewaan tas Birkin menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, pengalaman memakai barang mewah kini dianggap lebih penting daripada memilikinya.

Daya pikat Birkin selama ini tidak hanya berasal dari desain atau kualitasnya. Tas tersebut dikenal sangat eksklusif dan sulit diperoleh langsung dari butik Hermès.

Dalam laporan New York Post, proses mendapatkan Birkin sering kali membutuhkan hubungan jangka panjang dengan staf penjualan serta riwayat pembelian produk lain dalam jumlah besar.

Situasi itu membuat banyak penggemar mode tidak memiliki akses langsung untuk membeli tas tersebut, meski memiliki kemampuan finansial.

Layanan penyewaan kemudian menawarkan jalan yang lebih cepat bagi mereka yang ingin merasakan pengalaman membawa Birkin tanpa harus melewati proses panjang tersebut.

Baca juga: Rihanna Bawa Dua Tas Mewah Sekaligus saat Mother’s Day, Harganya Jadi Sorotan

Dipengaruhi budaya media sosial

Perubahan ini juga tidak lepas dari pengaruh media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, video unboxing Birkin, ulasan tas mewah, hingga konten "what's in my bag" menjadi salah satu kategori konten yang populer di TikTok dan platform lainnya.

Budaya influencer turut memperluas daya tarik Birkin sebagai simbol status yang mudah dikenali publik.

Bagi sebagian pengguna, kesempatan membawa tas ikonik tersebut meski hanya sementara dianggap cukup bernilai.

Fenomena ini bahkan melahirkan model bisnis baru yang berfokus pada pengalaman menggunakan barang mewah, bukan kepemilikannya.

Baca juga: Department Store Mulai Jual Tas Birkin Bekas, Apakah Popularitasnya Menurun?

Tidak semua orang setuju

Meski demikian, konsep menyewa tas mewah dengan biaya tinggi juga menuai kritik.

Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan manfaat membayar ribuan dollar setiap tahun untuk barang yang tidak akan dimiliki pada akhirnya.

Musisi sekaligus kolektor tas Hermès vintage, Sana Roychowdhury, menyoroti bahwa biaya sewa dalam beberapa bulan bisa mendekati harga tas vintage tertentu di pasar barang bekas.

Di berbagai forum daring, banyak pengguna mengaku lebih menyukai membeli tas yang bisa digunakan dalam jangka panjang, diwariskan, atau memiliki nilai sentimental.

Sebagian lainnya menilai tas mewah seharusnya menjadi barang yang dimiliki dan dirawat, bukan sekadar dipakai sementara.

Meski memunculkan pro dan kontra, tren penyewaan Birkin menunjukkan bagaimana makna kemewahan terus berubah.

Bagi sebagian orang, memiliki tas mungkin tetap menjadi tujuan utama. Namun bagi yang lain, kesempatan membawa tas yang selama ini hanya bisa diimpikan sudah dianggap cukup bernilai, meski hanya untuk beberapa minggu.

Baca juga: Gaya Lisa Blackpink Pakai Tas Hermes Faubourg Birkin Langka Seharga Rp 4,9 Miliar

Tag:  #juta #sebulan #untuk #menyewa #birkin #mengapa #yang

KOMENTAR