Operasi Kelopak Mata Gagal, Wanita Ini Tak Bisa Tidur Terpejam
- Seorang wanita bermarga Wang asal Suzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok bagian timur, kini tidak bisa memejamkan mata saat tidur dan terus menangis, karena komplikasi parah dari operasi double eyelid yang gagal pada Juni 2020 lalu.
Kasus malapraktik ini menarik perhatian publik setelah ia membagikan perselisihan hukumnya dengan sebuah klinik kecantikan pada akhir Mei 2026.
Melansir South China Morning Post, Selasa (2/6/2026), awalnya ia mendatangi Meixi Cosmetic Surgery Clinic dan mengeluarkan biaya 12.000 yuan, setara dengan Rp 31,6 juta, untuk memperbaiki penampilannya.
Operasi tersebut ditangani langsung oleh seseorang bernama Meng, yang mengklaim dirinya sebagai Direktur Pemasaran klinik tersebut.
Namun, pada malam pascaoperasi, matanya terasa sangat sakit, kelopak matanya terlipat ke luar, dan terjadi penumpukan cairan parah yang memaksanya dilarikan ke rumah sakit besar untuk perawatan darurat.
Baca juga: Dokter Ungkap, Oplas Hidung Punya Fungsi Estetika dan Medis
"Saya menelepon Meng yang mengatakan kepada saya bahwa saya akan baik-baik saja dalam beberapa hari. Setelah itu, dia selalu menolak panggilan telepon saya," ungkap Wang.
"Dokter di rumah sakit yang lebih besar menemukan bahwa Meng telah memotong kelenjar air mata saya, dan telah melakukan operasi yang salah pada kelopak mata saya. Mereka menyarankan saya menjalani operasi lanjutan untuk memperbaiki kesalahan tersebut," lanjut dia.
Petaka praktik medis ilegal
Meski telah menjalani operasi perbaikan, kelopak mata wanita tersebut tetap tidak bisa tertutup. Pada tahun 2022, otoritas forensik setempat mengklasifikasikan kondisi matanya sebagai cacat tingkat sembilan.
Di Tiongkok sendiri, tingkat sepuluh merupakan kategori kecacatan paling serius.
Investigasi dinas kesehatan kota mengungkap, Meng tidak memiliki sertifikat kualifikasi dokter. Meixi Cosmetic Surgery Clinic juga terbukti beroperasi tanpa izin usaha resmi, sehingga klinik tersebut ditutup paksa beberapa bulan kemudian.
"Operasi ini meninggalkan saya dengan masalah serius. Saya merasa malu untuk bekerja atau bertemu siapa pun. Saya menderita depresi dan insomnia setelahnya," tutur Wang.
Baca juga: 5 Syarat Sebelum Operasi Plastik, Salah Satunya Tak Punya Penyakit Berisiko
Kesepakatan ganti rugi yang gagal
Saat Wang membawa kasus ini ke ranah hukum, pihak pelaku mengutus pengacara untuk menawarkan kompensasi agar terhindar dari hukuman penjara.
Keduanya sepakat pada angka ganti rugi sebesar 850.000 yuan, sekitar Rp 2,2 miliar, dengan syarat korban menghapus seluruh unggahannya di media sosial dan berjanji tidak akan lagi mengadu ke pihak berwenang atau media.
Apabila janji ini dilanggar, korban wajib mengembalikan 400.000 yuan atau Rp 1 miliar, kepada pelaku.
Namun, setelah menerima uang tersebut, korban memergoki Meng merilis video umpatan di media sosial dan memfitnah saudara laki-laki Wang sebagai penipu.
Tidak terima, kakak ipar korban membalas secara daring dengan menyebarkan dokumen bukti praktik medis ilegal yang dilakukan pelaku.
Baca juga: Mengencangkan Kulit Kendur Tanpa Operasi Makin Dicari
Pelanggaran janji dan putusan hakim
Korban kemudian turut tampil dalam sejumlah video untuk menceritakan kisah pilunya guna membongkar kejahatan pelaku. Aksi ini memicu pelaku untuk menggugat balik atas dasar pelanggaran perjanjian awal.
Awal tahun ini, pengadilan memberikan putusan akhir yang memenangkan pelaku dan memerintahkan korban untuk mengembalikan uang senilai 400.000 yuan sesuai klausul kesepakatan.
Upaya banding yang diajukan korban ke tingkat kejaksaan yang lebih tinggi pun ditolak pada akhir bulan Mei.
"Sangat sulit untuk melindungi hak-hak saya," keluh Wang di media sosial.
"Saudari-saudari, tolong pelajari pelajaran dari saya. Pikirkan dengan sangat, sangat hati-hati sebelum melakukan operasi kosmetik karena itu bisa menjadi penyesalan seumur hidup kamu," ucap dia.
Baca juga: Mengenal Korean Double Eyelid, Prosedur Kecantikan untuk Mempertegas Kelopak Mata
Rentetan Kasus Operasi Plastik Serupa
Untuk diketahui, cerita tentang wanita yang mengalami komplikasi kesehatan fatal akibat kegagalan operasi kosmetik kerap kali menjadi tajuk utama di Tiongkok.
Pada 2021, seorang pesohor internet di daerah otonom Guangxi Zhuang meninggal dunia karena infeksi kulit parah setelah prosedur sedot lemaknya gagal.
Sementara itu, pada awal tahun ini, seorang wanita asal Shanghai juga harus menelan kekecewaan. Niatnya melakukan operasi plastik agar telinganya menyerupai telinga peri justru berujung pada kerusakan serius pada saraf di wajahnya.
Baca juga: 10 Selebritas Hollywood yang Enggan Operasi Plastik, Ada Kate Winslet
Tag: #operasi #kelopak #mata #gagal #wanita #bisa #tidur #terpejam