Tas Hermès Birkin Kini Bisa Disewa, Biayanya Rp 13 Juta per Bulan
Tas Hermes Birkin original yang dibuat untuk dan dimiliki oleh Jane Birkin. Tas Hermès Birkin yang selama ini identik dengan kemewahan dan eksklusivitas kini bisa disewa bulanan, memicu perdebatan soal makna kepemilikan barang mewah di era media sosial.(dok. Instagram @shinsukesakimoto)
09:35
2 Juni 2026

Tas Hermès Birkin Kini Bisa Disewa, Biayanya Rp 13 Juta per Bulan

Tas Hermès Birkin selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu simbol status paling eksklusif di dunia mode.

Kini, akses terhadap tas yang terkenal sulit didapat itu mulai berubah. Konsumen tak lagi harus membeli atau menjadi pelanggan VIP untuk membawanya pulang. Mereka kini bisa menyewanya.

Melansir Fashionista (30/4/2026), platform penyewaan aksesori mewah Vivrelle meluncurkan layanan baru bernama Privée yang memungkinkan anggotanya menyewa tas Hermès Birkin, Kelly, dan Constance dengan biaya 800 dollar AS atau sekitar Rp 13 juta per bulan.

Layanan yang bersifat undangan khusus itu menjadi salah satu contoh terbaru perubahan cara konsumen menikmati barang mewah. Jika dulu kepemilikan menjadi tujuan utama, kini akses sementara mulai dianggap cukup bagi sebagian orang.

Baca juga: Tas Birkin Milik Konglomerat Vietnam yang Dipenjara Laku Rp 8,9 Miliar dalam 30 Menit

Birkin yang selama ini sulit didapat

Tas Birkin bukan sekadar produk fesyen biasa.

Selama bertahun-tahun, mendapatkan Birkin langsung dari Hermès dikenal tidak mudah. Banyak pembeli harus membangun hubungan dengan staf penjualan dan membeli berbagai produk lain sebelum memperoleh kesempatan membeli tas tersebut.

Kelangkaan itulah yang membuat Birkin memiliki daya tarik tersendiri.

Menurut Vivrelle, anggota Privée dapat meminjam tas Birkin, Kelly, atau Constance selama 30 hari, lalu menukarnya dengan item lain atau memperpanjang masa sewanya.

Selain tas, layanan tersebut juga menyediakan akses ke perhiasan dan jam tangan mewah dari merek seperti Van Cleef & Arpels, Bvlgari, dan Cartier.

"Privée lahir dari keinginan anggota kami. Aksesibilitas adalah inti dari Vivrelle dan ini merupakan perkembangan alami dari masa depan ritel yang kami lihat," kata CEO sekaligus pendiri Vivrelle, Blake Geffen.

Vivrelle menyebut koleksi mereka diperoleh melalui jaringan kurator global, rumah lelang, dan pasar barang mewah bekas.

Baca juga: Department Store Mulai Jual Tas Birkin Bekas, Apakah Popularitasnya Menurun?

Dari investasi menjadi akses

Tas Hermes Birkin. Tas Hermès Birkin yang selama ini identik dengan kemewahan dan eksklusivitas kini bisa disewa bulanan, memicu perdebatan soal makna kepemilikan barang mewah di era media sosial.Dok. Hermes Tas Hermes Birkin. Tas Hermès Birkin yang selama ini identik dengan kemewahan dan eksklusivitas kini bisa disewa bulanan, memicu perdebatan soal makna kepemilikan barang mewah di era media sosial.

Fenomena penyewaan Birkin mencerminkan perubahan pola konsumsi di industri fesyen mewah.

Kepada James Lane Post, Geffen mengatakan bahwa pergeseran dari kepemilikan menuju akses mengubah hubungan konsumen dengan dunia mode.

Namun, konsep tersebut tidak diterima semua orang.

Melansir New York Post (27/5/2026), sejumlah pengamat dan pengguna media sosial mempertanyakan logika membayar ribuan dollar per tahun hanya untuk menyewa tas yang tidak akan dimiliki secara permanen.

Musisi sekaligus kolektor tas Hermès vintage, Sana Roychowdhury, bahkan menyoroti bahwa biaya keanggotaan selama enam bulan mendekati harga beberapa tas Kelly vintage di pasar sekunder.

Di berbagai forum daring, banyak pengguna mengaku lebih menyukai kepemilikan dibanding penyewaan.

"Saya suka memiliki tas yang bisa diwariskan dan menyimpan cerita," tulis salah satu pengguna Reddit yang dikutip New York Post.

Pengguna lain mengatakan tas baginya bukan sekadar aksesori untuk dipamerkan dalam sebuah acara.

Baca juga: Gaya Lisa Blackpink Pakai Tas Hermes Faubourg Birkin Langka Seharga Rp 4,9 Miliar

Pengaruh media sosial dan budaya influencer

Perdebatan mengenai penyewaan Birkin juga tidak lepas dari pengaruh media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, TikTok dipenuhi video unboxing Birkin, tur isi tas, hingga konten belanja barang mewah yang ditonton jutaan kali.

Kehadiran influencer membuat Birkin berubah dari simbol kemewahan yang relatif tertutup menjadi objek yang terus muncul di ruang digital.

Akibatnya, muncul model bisnis baru yang tidak lagi berfokus pada kepemilikan jangka panjang, melainkan pengalaman membawa tas tersebut untuk sementara waktu.

Meski menuai kritik, tren ini menunjukkan bahwa definisi kemewahan terus berubah.

Jika dulu nilai Birkin terletak pada kelangkaan dan kepemilikannya, kini sebagian konsumen tampaknya melihat pengalaman menggunakan tas ikonik tersebut sebagai daya tarik yang tak kalah penting.

Tag:  #hermès #birkin #kini #bisa #disewa #biayanya #juta #bulan

KOMENTAR