Serangan AS Picu Harga Minyak Melonjak, Selat Hormuz Panas Lagi
- Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Selasa (26/5/2026) waktu setempat atau Rabu (27/5/2026) pagi WIB, setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran.
Aksi tersebut memupus harapan pasar bakal tercapainya kesepakatan damai yang mengakhiri perang selama tiga bulan, sekaligus membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 3,6 persen atau 3,44 dollar AS menjadi 99,58 dollar AS per barrel.
Baca juga: Harga Minyak Terancam Tembus 150 Dollar AS, Pasar Dinilai Remehkan Krisis Hormuz
Ilustrasi kilang minyak.
Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru turun 2,8 persen atau 2,71 dollar AS menjadi 93,89 dollar AS per barrel.
Sebelumnya pada Senin (25/5/2026), harga Brent anjlok 7 persen ke level terendah sejak 20 April 2026 setelah muncul optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran.
Namun situasi berubah setelah Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata melalui serangan yang disebut sebagai aksi defensif di wilayah selatan Iran.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan proses negosiasi untuk menghentikan konflik masih membutuhkan waktu beberapa hari lagi.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Bervariasi, Selasa (26/5) Perdamaian AS-Iran Dibayangi Ketidakpastian
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan serangan AS di Provinsi Hormozgan merupakan "pelanggaran besar" terhadap gencatan senjata yang rapuh dan telah berlangsung hampir tujuh minggu.
Sebelumnya kedua negara diketahui telah membahas nota kesepahaman yang memungkinkan perang dihentikan dan jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka kembali, sambil memberikan waktu 60 hari untuk membahas isu yang lebih kompleks, termasuk program nuklir Iran.
"Kita masih menunggu rincian lebih lanjut mengenai potensi kesepakatan," ujar analis UBS Giovanni Staunovo.
Selat Hormuz saat dilihat dari Satelit Terra milik NASA pada 5 Februari 2025.
"Untuk sementara, kita melihat kembali meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan arus pengiriman melalui selat masih terbatas," lanjut dia.
Baca juga: Harga Emas Dunia Naik 1 Persen saat Minyak Turun, Investor Mulai Kembali Cari Safe Haven
Serangan AS terjadi ketika negosiator utama Iran dan Menteri Luar Negeri Iran sedang berada di Doha, Qatar, untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar guna mencapai kesepakatan damai.
Sejak perang dimulai pada akhir Februari lalu, Iran secara efektif menghentikan hampir seluruh pelayaran non-Iran keluar masuk Selat Hormuz.
Kondisi itu mengganggu sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.
Meski demikian, data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker LNG berhasil melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir menuju Pakistan, China, dan India.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Anjlok Hampir 7 Persen, Pasar Optimistis AS-Iran Segera Damai
Selain itu, sebuah supertanker yang membawa minyak mentah Irak ke China juga dilaporkan berhasil melintas setelah tertahan hampir tiga bulan.
Di sisi lain, United Kingdom Maritime Trade Operations melaporkan sebuah kapal tanker mengalami ledakan eksternal di sisi kiri kapal dekat garis air, sekitar 60 mil laut dari Muscat, ibu kota Oman.
Kekhawatiran pasar juga meningkat karena konflik Timur Tengah berpotensi mendorong inflasi global akibat lonjakan harga energi.
Reuters melaporkan, kenaikan inflasi membuat bank sentral seperti Federal Reserve (The Fed) khawatir harus memperketat kebijakan moneter lebih lanjut, yang dapat meningkatkan biaya pinjaman dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Tag: #serangan #picu #harga #minyak #melonjak #selat #hormuz #panas #lagi