Era Pep Guardiola Bubar, Gelombang Eksodus Massal Landa Stadion Etihad Manchester City
Manajemen Manchester City resmi memulai restrukturisasi besar-besaran pada jajaran tim kepelatihan mereka. Langkah radikal ini ditandai dengan kepergian lima pilar penting di balik layar Etihad Stadium.
Kehilangan massal ini diprediksi akan mengubah total kultur taktis yang selama ini melekat pada kubu Citizens. Manajemen kini harus bergerak cepat menyusun ulang cetak biru kepelatihan demi menjaga stabilitas performa tim.
Dikutip dari ESPN, asisten manajer Pep Lijnders dan mantan bek tangguh Kolo Toure menjadi dua nama besar yang dipastikan angkat kaki. Keputusan ini menyisakan lubang besar pada struktur pembinaan taktis skuad utama City.
Pep Guardiola tegaskan Manchester City siap jaga asa juara meski Arsenal unggul poin. Ia sebut City akan terus mengintai dan siap kudeta puncak klasemen jika rival terpeleset. [Dok. IG Manchester City]Lijnders menyudahi pengabdian singkatnya yang hanya bertahan selama satu musim kompetisi. Padahal, mantan tangan kanan Jurgen Klopp di Liverpool tersebut semula diproyeksikan membawa dimensi taktik baru.
Sementara itu, Kolo Toure menyusul keluar setelah sempat dipercaya naik pangkat dari akademi klub musim panas lalu. Kepergian dua sosok ini menandai berakhirnya sebuah pendekatan metodologi kepelatihan spesifik di City.
Manajemen klub segera merilis pernyataan resmi untuk merespons kepergian massal para staf penting ini. Pihak klub menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi profesional yang telah mereka berikan.
Pelukan Pep Guardiola ke Tonali Usai City Singkirkan Newcastle Munculkan Rumor Tak Sedap [Instagram]"Semua orang di City ingin mengucapkan terima kasih kepada kelima anggota staf atas kerja keras serta dedikasi mereka dan mendoakan yang terbaik untuk masa depan mereka," tulis rilis resmi klub.
Gelombang eksodus ini ternyata tidak hanya berhenti pada level asisten taktis saja. Tiga nama senior lain yang mengurus fisik, kiper, dan operasional juga dipastikan menyusul keluar.
Pelatih kebugaran Lorenzo Buenaventura dan pelatih penjaga gawang Xabi Mancisidor masuk dalam daftar staf yang hengkang. Nama terakhir merupakan sosok senior yang sudah mengabdi di Etihad sejak era Manuel Pellegrini tahun 2013.
Melengkapi daftar tersebut, Manel Estiarte yang menjabat sebagai kepala bagian operasi dan dukungan juga resmi mundur. Sosok peraih medali emas olimpiade cabang polo air ini dikenal sangat dekat dengan lingkar dalam manajer.
Perubahan masif di sektor belakang layar ini dipicu oleh keputusan mengejutkan dari sang manajer utama. Langkah ini menjadi konsekuensi logis dari sebuah akhir era kepemimpinan di klub.
Satu pekan sebelumnya, Pep Guardiola secara resmi menyatakan mundur dari posisinya sebagai manajer utama. Juru taktik asal Spanyol tersebut menyudahi masa bakti luar biasa yang telah berjalan selama sepuluh tahun.
Kepergian Guardiola secara otomatis meruntuhkan dinasti kepelatihan yang telah mapan selama satu dekade terakhir. City kini dihadapkan pada tantangan transisi terbesar dalam sejarah modern klub.
Tag: #guardiola #bubar #gelombang #eksodus #massal #landa #stadion #etihad #manchester #city