CEO Standard Chartered Minta Maaf Usai Sebut Pekerjaan Terdampak AI Bernilai Rendah
CEO Standard Chartered Bill Winters meminta maaf setelah menyebut sejumlah pekerjaan yang rentan digantikan kecerdasan buatan atau artificial intelligence sebagai “modal manusia bernilai rendah”.
Pernyataan itu disampaikan Winters dalam konferensi investor saat membahas rencana otomatisasi di Standard Chartered.
Bank global yang berkantor pusat di Inggris tersebut sebelumnya menyatakan akan memangkas sekitar 15 persen posisi back office atau administrasi internal dalam empat tahun ke depan.
Jumlah posisi yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 7.800.
Baca juga: Standard Chartered PHK 7.800 Pekerja di Tengah Ekspansi AI
Winters mengatakan perubahan tersebut bukan semata soal pemangkasan biaya. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari perubahan cara kerja perusahaan.
Ia menyebut proses tersebut sebagai upaya “mengganti, dalam beberapa kasus, modal manusia bernilai rendah, dengan modal keuangan dan modal investasi yang kami tanamkan”.
Pernyataan itu kemudian menuai kritik. Ucapan tersebut dinilai merendahkan pekerja yang posisinya terdampak otomatisasi.
Winters lalu menyampaikan klarifikasi melalui LinkedIn. Ia mengatakan menyesal atas pilihan kata yang dipakai karena telah “menyebabkan kekecewaan bagi beberapa kolega”.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk membantu karyawan menghadapi perubahan besar akibat perkembangan AI.
Unggahan pertama Winters menyebut pernyataan dalam konferensi investor perlu dilihat dalam konteks transformasi perusahaan.
Menurut Winters, Standard Chartered selama bertahun tahun telah membantu karyawan yang pekerjaannya berpotensi digantikan otomatisasi agar memperoleh keterampilan baru.
Keterampilan tersebut diharapkan membuka peluang kerja lain di dalam perusahaan.
“Dalam konteks itu, saya mengatakan bahwa posisi dengan nilai lebih rendah lebih rentan terhadap otomatisasi, dan bahwa kami memiliki tanggung jawab untuk membantu rekan-rekan beralih ke posisi dengan nilai lebih tinggi,” tulis Winters, Sabtu (23/5/2026), dilansir BBC.
“Itulah yang seharusnya dilakukan oleh pemberi kerja yang bertanggung jawab, dan saya bangga bahwa rekam jejak kami dalam mendukung transisi internal sangat kuat,” lanjut dia.
Baca juga: Didepak dari MSCI Global Standard, Saham-saham Prajogo Pangestu dkk Langsung Anjlok
AI dorong gelombang PHK
Standard Chartered menjadi salah satu perusahaan besar yang mulai menyesuaikan jumlah tenaga kerja akibat perkembangan AI.
Bank tersebut memiliki sekitar 82.000 karyawan di berbagai negara.
Sebagian besar bekerja di fungsi administrasi internal.
Kemunculan AI generatif dalam beberapa tahun terakhir membuat banyak perusahaan meninjau ulang kebutuhan tenaga kerja.
Peninjauan terutama menyasar pekerjaan rutin, administratif, dan berbasis proses.
Amazon, Meta, Microsoft, serta sejumlah perusahaan jasa keuangan juga telah mengaitkan puluhan ribu pemutusan hubungan kerja atau PHK dengan penggunaan AI sepanjang tahun lalu.
Dampaknya paling banyak dirasakan pekerja teknologi, staf back office, dan lulusan baru yang masuk ke pekerjaan tingkat awal.
Kritik tetap muncul
Meski Winters telah memberi klarifikasi, kritik terhadap pernyataannya tetap muncul.
Unggahan lanjutan Winters menyebut ia menerima “banyak dukungan” setelah klarifikasi pertama.
Namun, ia juga menyebut masih banyak orang mempertanyakan maksud ucapannya.
Karena itu, Winters membagikan transkrip lengkap pernyataannya agar publik memahami konteks yang ia maksud.
Ia mengatakan transkrip tersebut menunjukkan dirinya menghargai seluruh kolega dan berkomitmen membantu mereka menghadapi perubahan industri.
Namun, sejumlah komentar di LinkedIn tetap bernada kritis.
Salah satu pengguna menulis dirinya sulit melihat perbedaan antara pernyataan dalam konferensi dan klarifikasi tertulis Winters.
"Ini mungkin pilihan kata yang buruk atau keyakinan jujur yang keluar seperti yang dimaksudkan," tulis pengguna tersebut.
Pengguna lain menulis, "Anda akan selamanya dikenal sebagai orang yang percaya bahwa karyawannya 'bernilai lebih rendah'."
Memo internal yang dilihat BBC juga menunjukkan Winters menyampaikan pesan kepada staf.
Ia memahami pemberitaan media soal pernyataannya dapat terasa mengganggu jika disederhanakan menjadi judul berita atau kutipan tanpa konteks.
Winters berterima kasih kepada karyawan.
Ia mengatakan Standard Chartered akan memprioritaskan pemindahan karyawan ke posisi lain “di mana pun kami bisa”.
Menurut Winters, perusahaan akan menangani perubahan organisasi secara hati hati jika langkah tersebut tetap harus dilakukan.
Juru bicara Standard Chartered mengatakan perusahaan berupaya menggabungkan kemampuan manusia terbaik dengan AI.
Perusahaan juga menyatakan akan membekali karyawan dengan keterampilan masa depan.
Keterampilan itu ditujukan untuk peluang kerja di dalam bank maupun kemampuan bekerja di luar perusahaan jika penempatan internal tidak tersedia.
Tag: #standard #chartered #minta #maaf #usai #sebut #pekerjaan #terdampak #bernilai #rendah