Benarkah Pelemahan Rupiah Untungkan Ekspor dan Dorong Ekonomi RI? Ini Penjelasan Ekonom
Ilustrasi ekspor. (PIXABAY/AWADPALESTINE)
18:48
24 Mei 2026

Benarkah Pelemahan Rupiah Untungkan Ekspor dan Dorong Ekonomi RI? Ini Penjelasan Ekonom

- Beberapa waktu lalu ketika rupiah tengah terpuruk, sempat beredar narasi dari influencer media sosial, yang menyebut pelemahan rupiah menguntungkan bagi perekonomian Indonesia karena dapat mendongkrak ekspor.

Benarkan demikian?

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, narasi tersebut menyesatkan. Pasalnya, keuntungan tersebut hanya dirasakan sebagian sektor, terutama eksportir komoditas.

Sementara itu, sebagian besar sektor manufaktur di Indonesia masih bergantung pada bahan baku impor. Alhasil, depresiasi rupiah justru berpotensi menekan industri manufaktur nasional.

"Sudah banyak pernyataan-pernyataan yang sangat tidak mengedukasi terkait dengan pelemahan ini. Pelemahan rupiah disebut bisa mendukung perekonomian kita melalui pengeluaran ekspor. Ini sangat keliru, totally wrong," tegas Josua saat media briefing di Makassar, Jumat (21/6/2026). "Pada intinya itu adalah pernyataan yang menyesatkan kalau kita bicara bahwa Indonesia diuntungkan dengan adanya pelemahan rupiah," imbuhnya.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Tembus Rp 18.000 per Dollar AS Pekan Depan

Lebih lanjut dia menjelaskan, manfaat pelemahan rupiah memang bisa dirasakan pelaku usaha ekspor komoditas karena pendapatan mereka dalam dollar AS menjadi lebih besar saat dikonversi ke rupiah.

Namun kondisi tersebut tidak berlaku bagi industri manufaktur yang harus mengimpor bahan baku dari luar negeri yang mana pembayarannya menggunakan dollar AS.

"It's good kalau kita bicara si pengekspor komoditas, ya memang pasti akan sangat diuntungkan. Tapi kalau kita bicara industri manufaktur yang mesti mengimpor dulu bahan baku, ini pasti akan memberatkan," ucapnya.

Di sisi lain, pelaku industri di Indonesia justru membutuhkan nilai tukar yang stabil karena memudahkan mereka menghitung beban biaya impor bahan baku dan menyusun perencanaan usaha dalam jangka menengah.

"Bagi para pebisnis itu pun yang diharapkan adalah dia men-set dia mau impor 3 bulan lagi, 6 bulan lagi, dia men-set. Kalau rupiah stabil, dia akan set rupiahnya atau dollarnya di level berapa. Dia pasti kan butuh perencanaan dan dia akan kontak, dia akan komunikasikan juga kepada suppliernya di negara asal barang tersebut. Jadi itu pasti akan dikomunikasikan dengan baik," jelasnya.

Di sinilah, menurut Josua, adanya peran dari Bank Indonesia (BI) selaku bank sentral untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar volatilitasnya tidak terlalu tinggi.

Berdasarkan data Permata Bank per 22 Mei 2026, rupiah telah melemah lebih dari 5 persen terhadap dollar AS secara year to date (ytd). Sementara indeks dollar AS (DXY) menguat sekitar 0,9 persen (ytd).

"Tugasnya Bank Indonesia adalah bukan mengarahkan nilai tukar rupiah ke level tertentu, tapi adalah menjaga stabilitas," tuturnya.

Baca juga: Rupiah 17.700 dan Hantu yang Belum Tentu Kembali

Tag:  #benarkah #pelemahan #rupiah #untungkan #ekspor #dorong #ekonomi #penjelasan #ekonom

KOMENTAR