Garuda Siapkan Pemulangan Jemaah Haji, Lansia Jadi Prioritas
GM Garuda Indonesia Jeddah Nano Setiawan (tengah).(DOK. MCH2026)
18:00
23 Mei 2026

Garuda Siapkan Pemulangan Jemaah Haji, Lansia Jadi Prioritas

 Garuda Indonesia memastikan kesiapan untuk memulangkan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.

Maskapai pelat merah itu memberi perhatian utama pada layanan bagi jemaah lanjut usia atau lansia serta ketepatan waktu penerbangan.

General Manager Garuda Indonesia Jeddah, Nano Setiawan, mengatakan kesiapan tahap akhir pemulangan sudah disiapkan.

Menurut Nano, kelancaran fase kedatangan jemaah menjadi dasar untuk menyusun jadwal pemulangan secara lebih matang dan terorganisasi.

“Kami sampaikan terima kasih karena proses kedatangan jemaah berjalan dengan baik. Ini tentu hasil koordinasi dan komunikasi yang baik dari seluruh pihak. Terkait pemulangan, kami sangat siap,” ujar Nano, saat ditemui di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Arab Saudi Tangkap Pelaku Penipuan Haji Palsu dan Pendatang Tanpa Izin di Makkah

Garuda Indonesia menyiapkan skenario pendampingan khusus karena proporsi jemaah haji lansia pada tahun ini cukup tinggi.

Layanan tersebut disiapkan sejak jemaah berada di luar area bandara.

“Pelayanan terhadap lansia menjadi prioritas kami. Kami memahami betul bahwa 21 persen jemaah adalah lansia, sehingga layanan mereka harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Garuda Indonesia akan mengerahkan petugas dan dua unit layanan khusus untuk membantu jemaah lansia.

Petugas akan melakukan sweeping atau mengambil alih sementara bagasi kabin milik lansia.

Langkah tersebut dilakukan agar jemaah lansia dapat berjalan tanpa beban dari pelataran bandara menuju pos imigrasi.

“Tujuannya agar lansia lebih nyaman dan tidak kelelahan selama proses di bandara,” jelasnya.

Baca juga: Arab Saudi Perketat Pengamanan Haji 2026, Akses ke Makkah Diawasi Ketat

Garuda Indonesia juga menekankan pentingnya ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP).

Ketepatan waktu dinilai penting untuk menjaga aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah. Karena itu, jemaah diminta mematuhi aturan barang bawaan.

Koper bagasi maksimal berbobot 32 kilogram. Barang bawaan kabin maksimal 7 kilogram, ditambah satu tas paspor.

Garuda juga melarang jemaah membawa barang berbahaya atau barang yang menyalahi aturan penerbangan internasional.

Larangan tersebut mencakup powerbank dengan kapasitas daya tidak sesuai standar dan botol air zamzam di dalam koper besar.

“Kami berharap jangan sampai terjadi pembongkaran bagasi di lapangan karena adanya barang yang tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Garuda Indonesia juga menyesuaikan jadwal pergerakan jemaah dari hotel.

Jemaah akan diberangkatkan lebih awal untuk menghindari efek domino keterlambatan akibat antrean imigrasi.

“Kami memberikan spare waktu satu jam lebih awal agar proses di plaza dan imigrasi bisa berjalan lebih matang. Dengan begitu jemaah tidak terlalu lama menunggu di bandara maupun di bus,” katanya.

Nano berpesan agar jemaah menjaga kondisi fisik dan dokumen perjalanan sebelum terbang ke Tanah Air.

“Kami berharap seluruh jemaah bisa pulang ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Dokumen perjalanan juga harus dijaga karena itu menjadi modal utama untuk kembali ke Indonesia,” tandasnya.

Tag:  #garuda #siapkan #pemulangan #jemaah #haji #lansia #jadi #prioritas

KOMENTAR