Purbaya Siap Evaluasi Dirjen Bea Cukai Usai Disentil Prabowo
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap mengevaluasi Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen Bea Cukai) apabila mendapat perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pernyataan Prabowo yang meminta pimpinan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) segera diganti apabila tidak mampu melakukan perbaikan.
“Tadi kalau kerjanya enggak benar disuruh copot saja? Nanti kita lihat deh. Kalau itu perintah, saya akan kerjakan. Saya enggak bisa lari dari perintah, tapi saya cek dulu ya,” ujar Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Purbaya Pastikan Belum Ada Pajak Baru pada 2027
Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Letjen Djaka Budi Utama. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dirinya siap jika diperintah Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot Djaka Budhi Utama dari posisi Dirjen Bea Cukai.
Sebagaimana diketahui, posisi Direktur Jenderal Bea dan Cukai saat ini dijabat oleh Djaka Budi Utama.
Namun, Purbaya hanya tertawa tanpa memberikan jawaban lebih lanjut mengenai kinerja bawahannya tersebut.
Sebelumnya, dalam rapat paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera mengganti pimpinan Bea Cukai jika dinilai tidak mampu bekerja cepat dan responsif.
Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat memberi arahan mengenai pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Baca juga: Target Ekonomi RI 6,5 Persen pada 2027, Purbaya Sebut Swasta Jadi Penggerak
Ia meminta Kementerian Keuangan bertindak tegas apabila pimpinan Bea Cukai tidak mampu memperbaiki institusi tersebut.
“Saya ingatkan kembali untuk kesekian kali, Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga meminta seluruh kementerian dan lembaga membersihkan birokrasi masing-masing dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Menurut dia, aparat pemerintah tidak boleh ragu menindak pihak-pihak yang melanggar aturan.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye
Baca juga: Pemerintah Bentuk Danantara DSI, Purbaya: Time to Buy
“Jangan ragu-ragu yang melanggar, tindak. Sekali lagi semua institusi pemerintah harus bekerja dengan baik,” ujar Prabowo.
Ia menambahkan pemerintah harus mampu menghilangkan praktik korupsi dan berbagai hambatan yang mengganggu jalannya perekonomian nasional.
Prabowo juga mengaku masih menerima banyak laporan dari kalangan pengusaha terkait praktik pungutan liar (pungli) dalam pelayanan birokrasi.
Karena itu, ia menegaskan pemerintah harus berani memperbaiki seluruh institusi agar lebih profesional dan bebas korupsi.
Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Prabowo Bentuk PT Danantara Sumberdaya Indonesia
“Kita harus bertekad terus membangun pemerintah yang kuat, pemerintah yang profesional, pemerintah yang tidak korup,” kata Prabowo.
Ia juga menyoroti praktik under invoicing yang disebut terjadi selama 34 tahun, sejak 1991 hingga 2024.
Praktik tersebut disebut membuat negara kehilangan kekayaan senilai Rp 15.400 triliun.
Under invoicing adalah praktik curang eksportir atau importir dengan melaporkan data yang tidak benar kepada pemerintah.
Baca juga: Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai jika Tak Mampu Kerja Cepat
Prabowo mengatakan masyarakat menuntut pelayanan pemerintah yang cepat dan sigap, terutama pada sektor pelayanan publik dan pengawasan.
Ia menegaskan pemerintah tidak boleh bekerja santai dan lamban saat menghadapi persoalan masyarakat.
“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha,” ujarnya.
Tag: #purbaya #siap #evaluasi #dirjen #cukai #usai #disentil #prabowo