Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai jika Tak Mampu Kerja Cepat
Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (Dok. YouTube Setpres)
12:20
20 Mei 2026

Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai jika Tak Mampu Kerja Cepat

 Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa segera mengganti pimpinan Bea Cukai jika dinilai tidak mampu bekerja cepat dan responsif.

Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat memberi arahan mengenai pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti praktik under invoicing yang disebut terjadi selama 34 tahun, sejak 1991 hingga 2024.

Praktik tersebut disebut membuat negara kehilangan kekayaan senilai Rp 15.400 triliun.

Under invoicing adalah praktik curang eksportir atau importir dengan melaporkan data yang tidak benar kepada pemerintah.

“Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu segera diganti,” ujar Prabowo dalam penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Ramai Pemeriksaan Kartu Pokémon, Bea Cukai Bantah Intimidasi Penumpang

Prabowo mengatakan masyarakat menuntut pelayanan pemerintah yang cepat dan sigap, terutama pada sektor pelayanan publik dan pengawasan.

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh bekerja santai dan lamban saat menghadapi persoalan masyarakat.

“Bangsa dan rakyat menuntut pekerjaan yang cepat. Jangan kita jadi pemerintah yang santai, pemerintah yang leha-leha,” ujarnya.Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Letjen Djaka Budi Utama saat ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/5/2025).KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Letjen Djaka Budi Utama saat ditemui di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Prabowo juga menyindir pola kerja birokrasi yang kerap menunda penyelesaian masalah.

Ia mengatakan praktik under invoicing membuat Indonesia kehilangan kekayaan atau mengalami kerugian negara senilai 900 miliar dolar Amerika Serikat (AS), setara Rp 15.400 triliun.

Baca juga: Purbaya Sudah Komunikasi dengan Bos Bea Cukai Usai Terseret Kasus Suap

Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta kondisi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai diperbaiki.

Prabowo kemudian menyinggung Bea Cukai yang pernah ditutup pada era Orde Baru karena tingginya korupsi di lembaga tersebut.

“Saya masih ingat di zaman Orde Baru saking parahnya bea cukai kita tutup bea cukai. Kita outsourcing ke swasta dan penghasilan negara naik. Apa enggak sedih itu?” kata Prabowo.

Tag:  #prabowo #minta #purbaya #ganti #pimpinan #cukai #jika #mampu #kerja #cepat

KOMENTAR