CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
Peneliti CELIOS memproyeksikan kenaikan harga barang akan terjadi dalam dua hingga tiga bulan ke depan secara luas akibat terus melemahnay nilai tukar rupiah. [Antara]
20:01
18 Mei 2026

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Melemahnya nilai tukar rupiah dan harga minyak dunia yang terus melonjak diproyeksikan akan memicu tekanan perekonomian yang berat dalam beberapa bulan mendatang.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda menilai bahwa pelemahan rupiah akan mengerek biaya distribusi dan logistik akibat kenaikan harga bahan bakar. Alhasil Imported inflation akan terjadi, terutama untuk barang yang terkait impor, baik bahan baku, penolong, ataupun konsumsi.

Ia memperingatkan bahwa harga-harga barang akan naik dalam dua sampai tiga bulan ke depan. Kenaikan harga ini tidak hanya akan menekan perekonomian tapi juga bisa memicu PHK.

"Akan ada kenaikan harga dalam 2-3 bulan ke depan. Yang sudah mulai adalah plastik karena barangnya langka, distribusi mahal, sekalinya dapet, nilai rupiahnya melemah," ujar Huda saat dihubungi Suara.com pada Senin (18/5/2026).

Nilai tukar rupiah sudah menyentuh angka Rp 17.667 per dolar AS pada Senin (18/5/2026) sore. Sementara harga minyak dunia saat ini masih di atas USD 100 per barel, dengan minyak mentah Brent USD 111,29 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) AS USD 107,73 per barel.

Untuk kenaikan harga plastik saja, kata Huda akan berimbas terhadap barang-barang lainnya yang menggunakan plastik.

"Akibatnya barang-barang yang menggunakan plastik juga meningkat harganya. Apakah di desa gak ada plastik? Tentu saja banyak dan itu menggerus dompet masyarakat desa juga," kata Huda.

Selain kemasan, kenaikan biaya produksi berbasis impor ini akan mengerek harga barang elektronik serta sektor pertanian akibat melambungnya harga pupuk yang bahan bakunya mayoritas masih diimpor.

Situasi semakin berat, karena daya beli masyarakat yang sepenuhnya belum membaik. Akibatnya, para produsen berada di posisi dilematis, karena harus menaikkan harga jual di tengah tingkat penjualan yang menurun.

"Yang ada untuk saat ini margin dipertipis," kata Huda.

Namun, menurutnya, jika biaya produksi terus membengkak, pengusaha diprediksi bakal mengambil langkah efisiensi yang lebih ekstrim, termasuk Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Yang jelas ketika permintaan turun, potensi terjadi PHK sangat tinggi. Saya khawatir PHK ini akan memburuk dua-tiga bulan ke depan. Ekonomi kita akan semakin melambat. Efeknya ke rupiah yang tidak kunjung membaik," kata Huda.

Editor: Liberty Jemadu

Tag:  #celios #harga #harga #naik #bulan #depan #mengintai

KOMENTAR