Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup sesuai prediksi melemah hingga akhir perdagangan, Senin, 18 Mei 2026. IHSG ditutup turun 1,85 persen ke level 6.599.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG ini di tengah tekanan sentimen global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Mengutip riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 1,85 persen ke level 6.599,24.
Phintraco Sekuritas menyebut pelemahan mayoritas indeks saham global serta depresiasi rupiah menjadi sentimen negatif utama bagi pasar domestik di tengah minimnya katalis positif.
"Mayoritas indeks di bursa Asia bergerak melemah (18/5), akibat kekhawatiran akan meningkatnya kembali ketegangan AS-Iran," tulis Phintraco dalam risetnya.
IHSG masih melemah karena Rupiah ambruk. [Suara.com/Alfian Winanto]Pasar juga dibayangi kenaikan harga minyak mentah dunia yang kembali memicu kecemasan terhadap potensi lonjakan inflasi global.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah hubungan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengurangi aset berisiko, termasuk saham di pasar negara berkembang.
Dari dalam negeri, pelemahan nilai tukar rupiah turut menjadi tekanan tambahan bagi pergerakan IHSG.
Pada perdagangan Senin, rupiah ditutup melemah 0,4 persen ke level Rp 17.668 per dolar AS. Level tersebut menjadi posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah.
Phintraco menilai tekanan terhadap rupiah memunculkan spekulasi bahwa Bank Indonesia berpeluang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate pada pertemuan yang digelar Selasa-Rabu pekan ini.
"Tekanan terhadap Rupiah ini mendorong munculnya perkiraan bahwa BI berpeluang menaikkan BI Rate pada pertemuan di hari Selasa-Rabu pekan ini (19-20/5)," tulis Phintraco.
Kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga dinilai dapat menekan minat investor terhadap pasar saham karena biaya dana menjadi lebih mahal.
Pelemahan IHSG hari ini juga sejalan dengan tekanan yang terjadi di sejumlah bursa Asia akibat meningkatnya ketidakpastian global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan moneter bank sentral.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 29,89 juta saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 20,70 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,54 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 129 saham bergerak naik, sedangkan 647 saham mengalami penurunan, dan 183 saham tidak mengalami pergerakan.
Pada hari ini, saham-saham yang mencatatkan kenaikan terbesar antara lain DYAN, BLUE, BPTR, SMKL, GSMF.
Sementara saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah DSSA, TPIA, APIN, KONI, WBSA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.