Rupiah Anjlok ke Level Terendah, Apa Penyebabnya?
Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp 17.600 per dollar AS pada Jumat (15/5/2026). Pelemahan rupiah hari ini dipicu kombinasi tekanan eksternal dan domestik yang membebani pasar keuangan.(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)
12:48
18 Mei 2026

Rupiah Anjlok ke Level Terendah, Apa Penyebabnya?

- Nilai tukar rupiah semakin terpuruk terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda melanjutkan tren pelemahan dan bergerak semakin jauh dari level psikologisnya.

Berdasarkan data Reuters, Senin (18/5/2026) rupiah berada di level Rp 17.645 per dollar AS. Rupiah melemah 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Posisi tersebut sekaligus menjadi level terlemah rupiah secara intraday di pasar spot atau mencetak all time low baru.

Baca juga: DPR Tanya BI: Semua Instrumen Dipakai, Rupiah Kok Melemah?

Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah. PEXELS/DEFRINO MAASY Ilustrasi rupiah, nilai tukar rupiah.

Secara year to date (YTD) sejak awal 2026, rupiah telah anjlok 5,99 persen terhadap dollar AS.

Sementara itu, sejak Oktober 2024, nilai tukar rupiah telah terdepresiasi sekitar 12 persen, dari kisaran Rp 15.400 per dollar AS menjadi berada di level Rp 17.600 per dollar AS saat ini.

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah di pasar spot terdepresiasi 77 poin ke posisi Rp 17.674 per dollar AS pada pukul 12.17 WIB dalam perdagangan Senin siang ini.

Analis mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal pelemahan rupiah terhadap dollar AS turut memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan mata uang Garuda di pasar keuangan.

Baca juga: IHSG Merosot Tajam, Sentimen Global dan Rupiah Jadi Beban

Menurutnya, pernyataan Presiden Prabowo yang mengibaratkan masyarakat desa tidak terdampak pelemahan rupiah karena tidak menggunakan dollar AS dinilai memunculkan persepsi negatif bagi pelaku pasar.

“Pernyataan Presiden Prabowo yang terlihat seperti menganggap enteng penguatan dollar terhadap rupiah dan diumpamakan seperti orang kampung ya, orang desa yang tidak terpengaruh sama sekali karena tidak menggunakan dollar. Rupanya pernyataan dari Presiden Prabowo ini juga berakibat fatal terhadap pelemahan mata uang rupiah,” ujar Ibrahim kepada wartawan, Senin.

Ilustrasi rupiah. SHUTTERSTOCK/TALULLA Ilustrasi rupiah.

Pelemahan rupiah saat ini juga dipengaruhi faktor eksternal.

Salah satunya penguatan dollar AS yang terjadi bersamaan dengan kenaikan harga minyak mentah dunia.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke Rp 17.675, Ketegangan Timur Tengah Jadi Biang Kerok

Kenaikan harga minyak mentah berdampak langsung terhadap tingginya kebutuhan impor energi Indonesia yang mencapai sekitar 1,5 juta barrel per hari.

Untuk diketahui, harga minyak dunia naik pada awal perdagangan Asia pada Senin ini, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran agar segera bergerak menuju kesepakatan damai.

Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar bahwa konflik antara AS dan Iran dapat kembali memanas dan mengganggu pasokan energi global.

Mengutip CNBC, harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli naik 1,98 persen menjadi 111,42 dollar AS per barrel.

Baca juga: Seberapa Buruk Rupiah Bisa Terpuruk?

Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS kontrak Juni melonjak 2,43 persen menjadi 107,98 dollar AS per barrel, level tertinggi bulan ini.

Selain itu, faktor musim pembagian dividen serta perpindahan dana masyarakat dari tabungan rupiah ke valuta asing juga disebut ikut menekan nilai tukar rupiah.

“Kita tahu bahwa pada saat dollar mengalami penguatan, harga minyak mentah mengalami penguatan, kemudian berdampak terhadap impor minyak yang begitu besar 1,5 juta barrel per hari, kemudian masa dividen, kemudian masyarakat berpindah menabung dari tabungan rupiah menjadi valuta asing. Ini membuat rupiah terus mengalami pelemahan,” kata Ibrahim.

Tag:  #rupiah #anjlok #level #terendah #penyebabnya

KOMENTAR