Starbucks Bakal PHK 300 Karyawan dan Tutup Kantor Regional
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015)(SHUTTERSTOCK/PIO3)
06:04
16 Mei 2026

Starbucks Bakal PHK 300 Karyawan dan Tutup Kantor Regional

- Jaringan kedai kopi Starbucks akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 300 karyawan kantor pusat di Amerika Serikat (AS).

Ini merupakan gelombang PHK ketiga di bawah kepemimpinan Chief Executive Officer (CEO) Brian Niccol.

Pada hari Jumat (15/5/2026) waktu setempat, perusahaan mengumumkan berencana menutup beberapa kantor pendukung regional sebagai bagian dari upaya pemulihan yang sedang berlangsung.

Selain akan memangkas 300 pekerjaan di AS, Starbucks telah memulai peninjauan terhadap tenaga kerja korporat internasionalnya.

Baca juga: Rupiah Anjlok ke 17.600 per Dollar AS, Industri RI Tertekan dan PHK Mengintai

Sedikit catatan, pemutusan hubungan kerja ini tidak memengaruhi karyawan kedai kopi mereka.

Gabungan biaya pesangon dan penilaian ulang ruang kantor akan menghasilkan biaya restrukturisasi sebesar 400 juta dollar AS.

Starbucks memperkirakan akan mencatat biaya non-tunai sebesar 280 juta dollar AS terkait dengan penurunan nilai aset jangka panjang dan biaya tunai sebesar 120 juta dollar AS terkait dengan pemutusan hubungan kerja.

Juru bicara Starbucks mengatakan, pihaknya mengambil tindakan lebih lanjut di bawah strategi Back to Starbucks.

Jaringan kopi internasional tersebut berupaya membangun momentum bisnis yang kuat dan mengembalikan perusahaan ke pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan.

“Para pemimpin telah meninjau secara saksama fungsi masing-masing untuk lebih mempertajam fokus, memprioritaskan pekerjaan, mengurangi kompleksitas, dan menurunkan biaya,” ujar dia dikutip dari CNBC.

Pengumuman hari Jumat menandai putaran ketiga PHK Starbucks sejak CEO Brian Niccol mengambil alih kepemimpinan.

Pada Februari 2025, Niccol mengatakan perusahaan akan memangkas 1.100 pekerjaan dan tidak mengisi beberapa ratus posisi kosong lainnya.

Tujuh bulan kemudian, perusahaan mengumumkan lagi pengurangan 900 pekerjaan untuk pekerja non-ritel sebagai bagian dari rencana restrukturisasi senilai 1 miliar dollar AS.

Menurut dokumen pengajuan peraturan, per tanggal 28 September 2025, Starbucks memiliki 9.000 pekerja non-ritel di AS dan 5.000 karyawan internasional yang bekerja dalam peran operasional dukungan regional.

Selama masa kepemimpinan Niccol, perusahaan telah memulai upaya pemulihan yang mahal dan membuahkan hasil untuk bisnisnya di AS.

Penjualan raksasa kopi ini merosot karena meningkatnya persaingan dan konsumen yang lebih hemat menekan permintaan minuman.

Di bawah kepemimpinan Niccol, Starbucks telah meningkatkan operasional kafe, menambahkan menu baru yang menarik, memperkenalkan kembali tempat duduk di gerai-gerainya, dan menambah jumlah staf di kedai kopinya.

Untuk kuartal terakhirnya, perusahaan melaporkan penjualan di gerai yang sama di AS tumbuh 7,1 persen, didorong oleh peningkatan transaksi sebesar 4,3 persen.

Ini adalah kuartal kedua berturut-turut pertumbuhan kunjungan bagi kafe Starbucks di AS, yang menandakan, rencana kebangkitan perusahaan membuahkan hasil.

“Kuartal ini menandai tonggak sejarah bagi Starbucks dan titik balik dalam pemulihan kami,” kata Niccol.

Baca juga: Tak Ada PHK Massal Guru Non-ASN, Pemerintah: Intinya Tetap Bertugas

Tag:  #starbucks #bakal #karyawan #tutup #kantor #regional

KOMENTAR