Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Hotel AS, Okupansi Masih Lesu
- Menjelang Piala Dunia 2026, suasana sepak bola mulai terasa di berbagai kota Amerika Serikat.
Billboard bertema turnamen bermunculan. Bar memasang dekorasi sepak bola. Toko mulai menjual merchandise resmi.
Namun di balik kemeriahan itu, banyak pelaku industri hotel mulai cemas.
Sejumlah hotel di kota penyelenggara mengaku tingkat pemesanan kamar masih jauh di bawah harapan, meski turnamen tinggal hitungan minggu.
Pemilik Wanderstay Boutique Hotel di Houston, Texas, Deidre Mathis, mengaku terkejut karena lonjakan tamu yang diperkirakan belum terjadi.
"Kami diberi harapan bahwa Piala Dunia akan menjadi fenomena besar, orang-orang telah membicarakannya selama bertahun-tahun," kata Mathis kepada BBC, dilansir Jumat (15/5/2026).
"Jadi ketika kami melihat kalender kami dan melihat pada bulan Februari, Maret, dan April bahwa kami masih belum terjual habis untuk turnamen, dan bukan hanya kami di Houston, tetapi di seluruh tempat, kami hanya duduk di sini dengan sangat bingung," lanjut dia.
Baca juga: 5 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia Antarklub 2025
Hotel milik Mathis berada sekitar 1,6 kilometer dari zona penggemar Piala Dunia Houston dan dekat stadion pertandingan.
Namun hingga kini tingkat okupansi hotel tersebut baru sekitar 45 persen selama periode turnamen.
Angka itu turun dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar 70 persen.
Mathis menilai ada beberapa faktor yang membuat wisatawan menunda perjalanan ke AS.
Ia menyoroti situasi politik selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, termasuk razia imigrasi oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) di berbagai kota AS.
Kenaikan biaya hidup akibat perang Iran dan mahalnya tiket pertandingan juga disebut menjadi penghambat.
Harga tiket final Piala Dunia di Stadion MetLife, New Jersey, secara resmi dijual hingga 32.970 dollar AS atau sekitar Rp 580,5 juta, dengan kurs Rp 17.605 per dollar AS.
Di pasar penjualan kembali, harga tiket bahkan sempat ditawarkan lebih dari 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 35,2 miliar.
Trump sendiri sempat mengkritik mahalnya tiket pertandingan.
"Saya juga tidak akan membayarnya," kata Trump saat ditanya soal harga tiket final.
Mathis berharap FIFA menurunkan harga tiket dan pemerintah AS mempercepat proses visa bagi suporter luar negeri.
Baca juga: Demi Piala Dunia 2026, Pemerintah Kucurkan Rp 277 Miliar dari APBN untuk Timnas Indonesia
Hotel mengeluh pemesanan lesu
Kondisi serupa juga dirasakan banyak hotel lain di kota penyelenggara.
Asosiasi Hotel dan Penginapan Amerika atau American Hotel and Lodging Association (AHLA) menyebut delapan dari 10 hotel di kota tuan rumah mengalami permintaan yang lebih rendah dari perkiraan.
Banyak pelaku usaha hotel menyebut turnamen sejauh ini belum memberi dampak signifikan terhadap bisnis mereka.
Dalam survei AHLA, mayoritas hotel menyatakan tingkat pemesanan masih berada di bawah musim panas normal.
Presiden dan Chief Executive Officer AHLA, Rosanna Maietta, mengatakan perang Iran ikut memengaruhi minat perjalanan internasional.
Namun ia juga menilai banyak penggemar masih menunggu kepastian jadwal dan lokasi pertandingan tim mereka sebelum memesan hotel.
Berbeda dengan industri hotel, Airbnb justru optimistis.
Perusahaan penyewaan akomodasi itu menyebut Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi acara terbesar dalam sejarah platform mereka.
Suporter mengeluh tiket mahal
Keluhan soal mahalnya tiket juga datang dari suporter.
Hamish Husband dari kelompok suporter Skotlandia Tartan Army mengatakan dirinya dan sang saudara akan menghabiskan hingga 10.000 poundsterling atau sekitar Rp 221 juta untuk mengikuti tim nasional Skotlandia di Piala Dunia.
Ia mengaku biaya terbesar berasal dari tiket pertandingan.
"Tidak ada lagi keadilan dalam sepak bola, tetapi 1.000 dollar AS untuk tiket Skotlandia vs Haiti, itu memalukan," kata Husband.
Dengan kurs Rp 17.605 per dollar AS, harga tiket tersebut setara sekitar Rp 17,6 juta.
Husband juga menyoroti mahalnya tiket bagi warga lokal di Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah bersama AS dan Kanada.
Menurut dia, banyak warga lokal kemungkinan tidak mampu membeli tiket pertandingan.
Bisnis lokal tetap berharap
Meski pemesanan hotel masih lesu, sejumlah pelaku usaha tetap berharap terjadi lonjakan tamu mendekati hari pertandingan.
General Manager Hotel Fontaine di Kansas City, Stephen Jenkins, mengatakan pemesanan hotelnya sejauh ini belum mengalami peningkatan besar.
"Kami tidak melihat peningkatan yang kami antisipasi," kata Jenkins.
Ia berharap status Piala Dunia sebagai pengalaman sekali seumur hidup akan mendorong pemesanan mendadak.
Hotel Fontaine bahkan menyiapkan acara khusus bernama Culinary Cup, yakni festival makanan bertema negara-negara peserta yang bertanding di Kansas City.
Namun Jenkins mengakui daya tarik bintang sepak bola seperti Lionel Messi masih belum sebesar penyanyi Taylor Swift.
Saat tur konser Eras Tour Taylor Swift digelar di Kansas City pada 2023, hampir seluruh hotel di kota tersebut terisi penuh.
"Itu adalah acara yang tiketnya terjual habis di seluruh kota," kata Jenkins.
Hal senada disampaikan General Manager InterContinental Buckhead Atlanta, Manuel Deisen.
"Volume pertanyaan dan pemesanan yang kami lihat lebih rendah dibandingkan periode biasanya," kata Deisen.
"Ini bukan seperti yang kami harapkan," lanjut dia.
Meski begitu, Deisen masih optimistis pemesanan akan meningkat mendekati turnamen.
Hotelnya juga menyiapkan berbagai acara bertema sepak bola dan layar nonton bersama selama kompetisi berlangsung.
FIFA membantah anggapan minat terhadap Piala Dunia melemah.
Organisasi sepak bola dunia itu menyebut permintaan tiket tetap sangat tinggi.
FIFA mengatakan lebih dari lima juta tiket sudah terjual.
"Antusiasme terus meningkat untuk acara olahraga terbesar di planet ini," kata juru bicara FIFA kepada BBC.
FIFA juga membantah semua tiket dijual mahal.
Menurut mereka, sebagian tiket tersedia mulai dari 60 dollar AS atau sekitar Rp 1 juta.
Tiket mahal disebut sengaja dipatok tinggi untuk mengurangi praktik penjualan kembali dengan harga berlebihan.
Pemerintah AS juga mulai mengambil langkah untuk mempermudah kedatangan suporter internasional.
Gedung Putih membentuk gugus tugas khusus Piala Dunia untuk memastikan turnamen berjalan lancar.
Salah satu kebijakan baru ialah membebaskan penggemar dari 50 negara dari kewajiban deposit visa sebesar 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 264 juta, selama mereka dapat menunjukkan tiket pertandingan resmi.
Tag: #piala #dunia #2026 #belum #dongkrak #hotel #okupansi #masih #lesu