Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI
Ilustrasi Trading Saham menggunakan AI. [Dokumentasi IPOT].
16:21
6 Mei 2026

Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI

Investor saham kini tidak bisa mengandal instings dalam berinvestasi. Investor bisa menggunakan kecerdasan buatan atau AI sebagai saran untuk keputusan investasi saham.

Dengan kata lain, trading saham tidak lagi ditentukan oleh kemampuan manual, melainkan oleh kecanggihan teknologi seperti AI.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The, menegaskan praktik trading konvensional sudah tidak relevan dengan kondisi pasar saat ini.

"Realitas industri saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar platform trading masih mengandalkan UI/UX statis yang tidak mampu mengikuti pergerakan market yang sangat cepat," ujarnya di Jakarta, Selasa (6/5/2026).

Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The

Moleonoto menjelaskan, keterlambatan dalam membaca data maupun eksekusi transaksi dapat berdampak langsung pada kerugian investor.

UI yang lambat dinilai bisa menyebabkan entry terlambat, sementara data yang tidak real time berpotensi menghasilkan keputusan yang keliru.

Lebih jauh, ia menyoroti bahwa banyak investor masih melakukan transaksi berdasarkan emosi dan asumsi, bukan data.

"Tanpa indikator momentum, tanpa deteksi tekanan transaksi, dan tanpa konfirmasi sebelum entry, hasilnya adalah posisi yang salah, terjebak di pucuk dan kerugian yang berulang. Dalam era market cepat, pendekatan ini tidak lagi relevan, melainkan menjadi bentuk spekulasi berisiko tinggi," bebernya.

Menurutnya, perubahan pendekatan menjadi kebutuhan mendesak di tengah volatilitas pasar yang semakin tinggi. Tanpa dukungan sistem berbasis AI real time, investor dinilai tidak mampu membaca momentum pasar secara akurat, membedakan akumulasi dan distribusi, serta memvalidasi keputusan sebelum masuk ke pasar.

Menjawab tantangan tersebut, IPOT melakukan transformasi dengan mengembangkan UI/UX berbasis AI real time yang tidak hanya berfungsi sebagai tampilan, tetapi juga sebagai mesin eksekusi dan pengambilan keputusan.

Melalui fitur seperti AI Live, LADI, hingga ROBO Trading System, sistem ini dirancang untuk memberikan insight sekaligus validasi sebelum transaksi dilakukan. Pendekatan ini memungkinkan investor menghindari kesalahan umum seperti membeli di harga puncak atau terjebak dalam distribusi pasar.

"UI yang tidak berbasis AI Real Time hanyalah ilusi kontrol. Dalam market yang bergerak cepat, layar tanpa sistem bukan alat bantu melainkan sumber kerugian yang menunggu terjadi," imbuhnya.

Fenomena ini juga mulai terlihat di kalangan investor saham, di mana sebagian di antaranya menggunakan sistem berbasis AI sebagai acuan utama sebelum melakukan transaksi.

Bahkan, tidak sedikit investor yang memanfaatkan platform tertentu sebagai alat validasi sebelum mengeksekusi order di aplikasi lain.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #trading #saham #lagi #andalkan #insting #tapi #bisa #pakai

KOMENTAR