Laba Bank Syariah Nasional Melejit 313 Persen usai Spin Off
Ilustrasi Bank Syariah Nasional.(DOK. BANK SYARIAH NASIONAL)
13:36
6 Mei 2026

Laba Bank Syariah Nasional Melejit 313 Persen usai Spin Off

PT Bank Syariah Nasional (BSN) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang tahun buku 2025.

Ini seiring dengan dampak aksi korporasi pemisahan unit usaha syariah (spin off) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) pada Desember 2025.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih BSN pada akhir 2025 mencapai Rp 83,64 miliar, meningkat 313,85 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp 20,21 miliar.

Baca juga: Fokus Garap Ekosistem Urban, BSN Relokasi Kantor Cabang di Tangsel

Ilustrasi Bank Syariah Nasional.DOK. PT BANK SYARIAH NASIONAL Ilustrasi Bank Syariah Nasional.

Lonjakan kinerja tersebut tidak terlepas dari proses spin off yang membuat Bank BSN menerima pengalihan aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta Unit Usaha Syariah (UUS) BTN.

Secara neraca, pertumbuhan BSN tercermin dari total aset yang melonjak drastis. Per 31 Desember 2025, total aset BSN tercatat sebesar Rp 73,07 triliun, meningkat 2.104,5 persen dibandingkan posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,31 triliun.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan BSN sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Dari sisi penghimpunan dana, BSN juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Dana Pihak Ketiga (DPK) pada 2025 mencapai Rp 58,73 triliun, melonjak 4.206,5 persen dibandingkan posisi tahun 2024 yang sebesar Rp 1,36 triliun.

Baca juga: Transaksi Bale Syariah BSN Nyaris Rp 2 Triliun, Pengguna Tembus 183.000

Sementara itu, pada fungsi intermediasi, penyaluran pembiayaan BSN tercatat sebesar Rp 54,87 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 4.083,8 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,31 triliun.

Kinerja positif tersebut turut didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis piutang dan bagi hasil. Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib tercatat mencapai Rp 2,73 triliun, meningkat 1.112,3 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 224,8 miliar.

PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kepada masyarakat selama periode libur Lebaran. DOK. BANK SYARIAH NASIONAL PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyatakan komitmennya untuk tetap memberikan layanan kepada masyarakat selama periode libur Lebaran.

Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor menyampaikan, capaian kinerja sepanjang 2025 merupakan hasil dari kerja kolektif perusahaan serta dukungan dari pemangku kepentingan, termasuk induk usaha.

“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” ujar Alex dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Kinerja Solid dan Stabil, BSN Kantongi Peringkat idAA+ dari Pefindo

Menurut Alex, ke depan perseroan akan memfokuskan strategi pada penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah, sejalan dengan positioning BTN sebagai bank yang kuat di sektor pembiayaan perumahan.

Selain itu, BSN juga akan mengedepankan inovasi berbasis digital untuk memperluas akses layanan kepada masyarakat.

“Kami bertekad menjadi bagian dari bank syariah modern dan digital-minded. Seluruh layanan akan disambungkan secara digital untuk mempermudah akses masyarakat kapan saja dan di mana saja,” kata dia.

Upaya transformasi digital ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan daya saing di industri perbankan syariah yang semakin kompetitif.

Baca juga: BSN Gandeng APSI Pacu Kredit Properti Syariah, Bidik 73.700 Unit pada 2026

Di sisi lain, BSN juga berkomitmen untuk memperkuat peran dalam ekosistem keuangan syariah nasional yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Melalui pendekatan literasi keuangan yang inklusif, perseroan berharap dapat mendorong pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan syariah, sekaligus meningkatkan penetrasi penggunaan layanan keuangan berbasis syariah di Indonesia.

Hingga akhir 2025, BSN didukung oleh jaringan operasional yang cukup luas. Perseroan memiliki 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, serta 3 outlet prioritas.

Ilustrasi Bank Syariah Nasional.DOK. PT BANK SYARIAH NASIONAL Ilustrasi Bank Syariah Nasional.

Selain itu, terdapat 546 Kantor Layanan Syariah (KLS) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga: BSN-KCI Hadirkan KMT Co-Branding, Top-Up Bisa Lewat Mobile Banking

Seluruh jaringan tersebut juga terintegrasi dengan jaringan ATM milik BTN sebagai induk usaha, yang telah terhubung secara inline untuk mendukung kemudahan transaksi nasabah.

Dengan struktur jaringan tersebut, BSN memiliki fondasi distribusi layanan yang cukup kuat untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk dalam pengembangan pembiayaan berbasis syariah di sektor perumahan maupun sektor lainnya.

Kinerja tahun 2025 menjadi momentum penting bagi BSN pasca spin off, terutama dalam memperkuat posisi sebagai pemain utama di industri perbankan syariah nasional.

Transformasi kelembagaan melalui pemisahan unit usaha syariah tidak hanya berdampak pada peningkatan skala bisnis, tetapi juga membuka ruang ekspansi yang lebih luas bagi perseroan dalam mengembangkan produk, layanan, serta model bisnis yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Tag:  #laba #bank #syariah #nasional #melejit #persen #usai #spin

KOMENTAR