Permintaan Perhiasan Emas Global Turun 23 Persen, tapi Nilainya Naik
Ilustrasi perhiasan emas.(Dok. Unsplash/Shruti Singh)
13:16
4 Mei 2026

Permintaan Perhiasan Emas Global Turun 23 Persen, tapi Nilainya Naik

Permintaan perhiasan emas global pada kuartal I 2026 menunjukkan dinamika yang kontras antara volume dan nilai.

Di tengah lonjakan harga emas dunia ke level tertinggi, konsumsi fisik mengalami penurunan signifikan, namun nilai belanjanya justru mencetak rekor baru.

Laporan Gold Demand Trends Q1 2026 yang dirilis World Gold Council (WGC) mencatat, total permintaan perhiasan emas global mencapai sekitar 300,4 ton, turun 23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga: Emas hingga Beras Dorong Inflasi Tahunan hingga April 2026 ke 2,42 Persen

Ilustrasi perhiasan emas.Dok. Unsplash/Eric Fung Ilustrasi perhiasan emas.

Angka ini menjadi salah satu yang terendah sejak kuartal II 2020.

Di sisi lain, nilai permintaan justru melonjak.

Secara global, nilai konsumsi perhiasan emas mencapai 47 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 814,8 triliun (asumsi kurs Rp 17.337 per dollar AS), meningkat 31 persen secara tahunan, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk kuartal pertama.

“Pengeluaran untuk perhiasan emas melonjak bahkan ketika harga emas yang mencapai rekor tertinggi mengakibatkan penurunan pembelian emas murni," tulis WGC dalam laporannya, dikutip pada Senin (4/5/2026).

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 4 Mei 2026 Turun Tipis

Harga emas naik ubah perilaku konsumen

Lonjakan harga emas menjadi faktor dominan yang memengaruhi pasar perhiasan global.

Sepanjang awal 2026, harga emas mencatatkan rekor tertinggi sebelum mengalami koreksi terbatas, namun tetap berada pada level tinggi.

Laporan WGC menyebut permintaan perhiasan emas tercekik oleh kenaikan harga yang mencetak rekor, menegaskan kenaikan harga secara langsung membatasi daya beli konsumen.

Ilustrasi perhiasan emas, emas perhiasan.UNSPLASH/SYED F HASHEMI Ilustrasi perhiasan emas, emas perhiasan.

Dampaknya, terjadi perubahan pola konsumsi. Konsumen di berbagai negara mulai menyesuaikan pembelian dengan memilih perhiasan yang lebih ringan, kadar emas lebih rendah, serta desain yang lebih terjangkau.

Baca juga: Harga Emas Dunia Melemah ke 4.599 Dollar AS, Ini Pemicunya

Selain itu, sebagian permintaan juga beralih ke produk investasi seperti emas batangan dan koin.

China dan India masih mendominasi, namun melemah

China sebagai pasar terbesar dunia mencatat penurunan signifikan. Permintaan perhiasan emas turun menjadi 85 ton, atau turun 32 persen secara tahunan.

Namun, nilai konsumsi tetap meningkat menjadi sekitar 13 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 225,4 triliun, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan WGC mencatat sebagian permintaan bahkan dialihkan ke produk investasi dengan premi lebih rendah, menunjukkan adanya pergeseran ke produk investasi.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 4 Mei 2026 Turun Tipis, Simak Rinciannya

Di India, permintaan tercatat 66 ton, turun 19 persen secara tahunan. Namun nilai konsumsi mencapai sekitar 10 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 173,4 triliun, menjadi rekor kuartal pertama.

Dalam laporan disebutkan, konsumen berpenghasilan tinggi terus membeli barang-barang yang lebih berat tanpa memperhatikan harganya, sementara konsumen kelas menengah lebih sensitif terhadap harga.

Timur Tengah dan Barat hingga ikuti pola serupa

Di Timur Tengah, permintaan perhiasan emas turun dua digit di seluruh pasar utama. Namun nilai tetap meningkat sekitar 30 persen menjadi 5 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 86,7 triliun.

Di Amerika Serikat, tekanan berasal dari tarif impor dan harga emas tinggi. Sementara di Eropa, tren yang sama terjadi: volume turun, nilai meningkat.

Baca juga: Cek Harga Emas Terbaru di Pegadaian 4 Mei 2026, Ini Rinciannya

Ilustrasi perhiasan emas.PEXELS/PIXABAY Ilustrasi perhiasan emas.

ASEAN termasuk Indonesia: permintaan turun

Di kawasan Asia Tenggara, tren penurunan volume permintaan juga terjadi secara luas, termasuk di Indonesia.

Permintaan perhiasan emas di Indonesia tercatat sekitar 3,3 ton pada kuartal I 2026, turun sekitar 20 persen secara tahunan.

Penurunan ini sejalan dengan tren regional, di mana harga emas yang tinggi menekan daya beli konsumen.

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara, Indonesia masih menjadi salah satu pasar terbesar dari sisi volume.

Baca juga: Harga Emas Antam Sepekan Turun Tipis, Kini di Level Rp 2,796 Juta Per Gram

Laporan mencatat permintaan perhiasan emas di beberapa negara ASEAN sebagai berikut.

  • Indonesia: sekitar 3,3 ton
  • Thailand: sekitar 2,3 ton
  • Vietnam: sekitar 2,0 ton
  • Malaysia: sekitar 1,5 ton
  • Singapura: sekitar 1,5 ton

Data tersebut menunjukkan, meskipun seluruh kawasan mengalami tekanan, Indonesia masih mencatat volume permintaan tertinggi dibanding negara ASEAN lainnya.

Secara umum, pola yang terjadi di kawasan relatif seragam.

Baca juga: Emas Masih Diburu, Permintaan Global Naik di Tengah Harga Tinggi

“Harga yang tinggi mendorong peralihan ke perhiasan dengan kadar karat yang lebih rendah dan produk investasi," kata WGC dalam laporannya.

Artinya, konsumen di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mulai menyesuaikan konsumsi dengan memilih produk yang lebih ringan, kadar emas lebih rendah, atau beralih ke emas batangan dan koin.

Pergeseran ke perhiasan ringan dan investasi

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu temuan utama dalam laporan ini.

Di berbagai pasar, konsumen kini lebih selektif dalam membeli perhiasan emas. Mereka cenderung memilih:

Ilustrasi perhiasan emas.PIXABAY/MUNISH GARG Ilustrasi perhiasan emas.

  • Perhiasan dengan bobot lebih ringan
  • Kadar emas lebih rendah
  • Desain yang lebih terjangkau.

Baca juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis, Ketegangan AS-Iran Bayangi Pasar

Selain itu, sebagian permintaan beralih ke produk investasi. Di China dan India, misalnya, emas batangan dan koin menjadi alternatif karena memiliki premi lebih rendah dibanding perhiasan.

Nilai tetap tinggi meski volume menyusut

Secara keseluruhan, pasar perhiasan emas global pada kuartal I 2026 mencatat volume sekitar 300,4 ton, namun dengan nilai mencapai 47 miliar dollar AS.

Fenomena ini mencerminkan dampak harga emas yang tinggi terhadap struktur pasar. Konsumen tetap berbelanja, tetapi dengan pendekatan yang berbeda.

Laporan WGC menunjukkan bahwa pembelian emas tidak berhenti, melainkan bergeser ke bentuk yang lebih efisien secara biaya maupun investasi.

Baca juga: Harga Emas Dunia Bangkit, Investor Disarankan Cermati Suku Bunga dan Inflasi

Dengan demikian, meskipun volume permintaan mengalami penurunan, nilai pasar tetap kuat di tengah perubahan perilaku konsumen global.

Tag:  #permintaan #perhiasan #emas #global #turun #persen #tapi #nilainya #naik

KOMENTAR