Berkah Kinerja Moncer di 2025, Hartadinata Resmi Masuk Indeks LQ45
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) resmi masuk dalam indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia untuk periode Mei–Juli 2026. Hal ini menyusul kinerja moncer sepanjang tahun 2025.
Adapun HRTA mencatatkan lonjakan penjualan sebesar 144,4 persen secara tahunan menjadi Rp 44,55 triliun, sementara laba bersih tumbuh 121,3 persen hingga mencapai Rp 978,5 miliar.
Di saat yang sama, pangsa pasar perhiasan dan emas batangan perusahaan di dalam negeri telah mencapai 48,58 persen.
“LQ45 bukan sekadar pencapaian bursa. Ini cerminan bahwa pasar mempercayai HRTA sebagai bagian penting dari infrastruktur emas Indonesia,” kata Direktur Utama HRTA Sandra Sunanto dalam keterangan resmi, Senin (4/5/2026).
Baca juga: IHSG Diprediksi Terkoreksi di Awal Pekan, Ritel Bisa Cermati Saham BULL, HRTA, Hingga ESSA
Dia mengatakan, masuknya HRTA dalam LQ45 menunjukkan bahwa emas semakin relevan sebagai aset strategis.
“Dengan pangsa pasar hampir 50 persen di industri perhiasan dan emas batangan Indonesia, target kami bukan hanya tumbuh, tapi menjadi standar referensi industri emas Indonesia,” lanjut dia.
Dia menegaskan bahwa masuknya HRTA ke indeks prestisius tersebut semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri emas nasional.
“Capaian tersebut menjadi landasan kuat bagi HRTA untuk memenuhi kriteria ketat seleksi indeks LQ45,” lanjut dia.
Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia menilai konstituen indeks ini berdasarkan empat indikator utama, yakni kapitalisasi pasar free float yang besar, rasio free float di atas 10 persen, likuiditas perdagangan yang tinggi dan konsisten di pasar reguler, serta fundamental perusahaan yang solid.
HRTA dinilai mampu memenuhi seluruh parameter tersebut, ditopang oleh pertumbuhan laba yang signifikan serta peningkatan aktivitas transaksi saham sepanjang 2025.
Keikutsertaan dalam indeks yang hanya berisi 45 saham paling likuid di BEI ini juga membuka peluang lebih besar bagi masuknya investor institusi.
Pasalnya, LQ45 kerap dijadikan acuan dalam penyusunan portofolio investasi. Kondisi ini berpotensi mendorong likuiditas saham HRTA sekaligus memperluas basis investornya ke depan.
Optimisme tersebut ditopang oleh strategi ekspansi yang sudah berjalan. HRTA terus memperdalam penetrasi pasar melalui kemitraan strategis dengan institusi keuangan dan bullion bank, seiring dengan upaya perseroan memperluas akses masyarakat terhadap emas sebagai instrumen perencanaan keuangan jangka panjang.
Direktur Investor Relations HRTA Thendra Crisnanda mengatakan, masuknya HRTA ke dalam LQ45 adalah validasi atas kekuatan fundamental dan eksekusi strategi bisnis.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat peran HRTA dalam ekosistem emas nasional, termasuk melalui kemitraan dengan institusi keuangan dan bullion bank, sekaligus membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk menjadikan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," ujar Thendra.
Baca juga: Hartadinata Abadi (HRTA) Rilis Aplikasi HRTA Gold, Tarik Minat Transaksi Emas Digital
Sebagai salah satu pemain di segmen midstream hingga downstream industri emas, HRTA menjalankan operasi mulai dari sourcing, refining dengan standar kemurnian 99,99 persen, hingga distribusi melalui lebih dari 1.000 titik penjualan di seluruh Indonesia.
Melalui umbrella brand HRTA Gold dengan tagline "The Gold You Can Trust", perseroan menjamin setiap produk emas aman, asli, dan terpercaya.
Memasuki 2026, HRTA memfokuskan strategi pada penguatan brand HRTA Gold, ekspansi multi-channel, pendalaman jaringan ritel, dan peningkatan penetrasi segmen institusional, dengan target melanjutkan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Pada penutupan sesi pertama perdagangan di BEI, harga saham HRTA menguat 0,73 persen ke level Rp 2.760 per saham. Tahun ini, harga saham HRTA telah melonjak 28,37 persen.
Tahun ini, HRTA menjalin kemitraan strategis dengan PT Danusa Tambang Nusantara (DTN), sub-holding pertambangan dari PT United Tractors Tbk, untuk membuka peluang integrasi rantai pasok logam mulia, khususnya emas, dari hulu hingga hilir.
Cakupannya meliputi kegiatan pertambangan, proses pemurnian, hingga distribusi dan perdagangan emas antara kedua pihak. Dalam keterbukaan informasi, kerja sama ini juga melibatkan entitas anak dari masing-masing perusahaan.
Dari pihak HRTA, PT Emas Murni Abadi (EMA) yang bergerak di bidang pemurnian logam mulia turut ambil bagian dalam kesepakatan tersebut untuk menjalankan proses refining emas.
Sementara itu, DTN menggandeng dua anak usahanya di sektor tambang emas, yakni PT Agincourt Resources (PTAR) dan PT Sumbawa Jutaraya (SJR).
Tag: #berkah #kinerja #moncer #2025 #hartadinata #resmi #masuk #indeks #lq45