Kemendag Targetkan HET MinyaKita Berubah dalam Waktu Dekat
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag qbal Shoffan Shofwan saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
18:48
30 April 2026

Kemendag Targetkan HET MinyaKita Berubah dalam Waktu Dekat

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan segera menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita dalam waktu dekat.

Wacana perubahan HET MinyaKita dari Rp 15.700 per liter bergulir seiring kenaikan harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

“Nah target kita tuh dalam waktu dekat kita akan menyesuaikan HET,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan saat ditemui di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Baca juga: Bulog Sebut MinyaKita Terbatas, Kemendag: Dari Produsen Sudah 48 Persen

Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita.KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Minyak goreng bersubsidi merek Minyakita.

Iqbal mengatakan, Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memerintahkan Kemendag menyusun kajian keekonomian menyangkut HET MinyaKita.

Menurutnya, HET minyak goreng rakyat itu harus segera diselesaikan karena pengusaha sudah berkorban banyak.

“Ini sih seharusnya lebih cepat ya karena pengorbanan pelaku usaha dalam konteks HET ini semakin melebar,” ujar Iqbal.

Meski demikian, ia belum menyebut berapa kenaikan HET MinyaKita.

Baca juga: Bulog Sebut Stok MinyaKita Terbatas: Belum Ada Tambahan dari Produsen

Ia hanya mengatakan HET disesuaikan dengan harga CPO saat ini.

Kalangan produsen minyak goreng menginginkan harga HET disesuaikan, mengingat kenaikan bukan hanya terjadi pada CPO.

“Banyak lagi harga-harga penunjang lainnya yang memang harus disesuaikan dengan harga saat ini. Makanya memang kita harus menyesuaikan harga itu,” tutur Iqbal.

Saat ini, Kemendag telah menerima beberapa masukan terkait besaran kenaikan harga MinyaKita.

Minyakita di Pasar Johar Karawang, Rabu (4/3/2026).KOMPAS.COM/FARIDA Minyakita di Pasar Johar Karawang, Rabu (4/3/2026).

Baca juga: Harga MinyaKita Bersiap Naik Susul CPO, Pemerintah Masih Hitung Besarannya

Kemendag menjadwalkan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kayaknya minggu depan saya mau panggil rapat untuk Kemenko Pangan, BPKP, dan segala macam,” kata Iqbal.

Sebagai informasi, harga CPO yang menjadi bahan baku minyak goreng merangkak naik imbas perang di Barat (Timur Tengah).

Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) memproyeksikan, pada kuartal kedua 2026, harga CPO di pasar global naik dari 1.165 dollar AS menjadi 1.440 dollar AS per ton pada April.

Baca juga: Zulhas: MinyaKita Naik karena Dipakai untuk Bantuan Pangan

Harga sawit terus meningkat pada Mei menjadi 1.701 dollar AS per ton dan 1.783 dollar AS per ton pada Juni 2026.

Perang membuat harga minyak bumi melonjak, mendorong banyak negara beralih menggunakan CPO untuk bahan baku biodiesel.

“Tekanan harga global berpotensi memberi efek nyata pada pasar domestik,” tulis IPOSS.

Tag:  #kemendag #targetkan #minyakita #berubah #dalam #waktu #dekat

KOMENTAR