Proyek Kilang Cilacap dan Dumai Mulai Dibangun, Bisa Kurangi Impor BBM Rp 21 Triliun
- Proyek pembangunan kilang bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin atau gasoline di Cilacap Jawa Tengah dan Dumai Riau resmi dimulai. Proyek ini dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero).
Peresmian ditandai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking secara serentak di Cilacap, Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (29/2/2026).
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi BBM dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Baca juga: Amerika Serikat Sanksi Kilang China karena Beli Minyak Iran
Ia menyebut, fasilitas kilang bensin di Dumai dan Cilacap akan menghemat impor BBM sekitar 1,25 miliar dollar AS per tahun atau setara Rp 21,5 triliun (asumsi kurs Rp 17.255 per dollar AS).
"Jadi dari pembangunan Cilacap dan Dumai ini akan mengurangi impor kurang lebih 1,25 miliar dollar AS per tahunnya, Bapak Presiden," ujar Rosan saat peresmian.
Ia menjelaskan, proyek ini merupakan bagian dari 13 proyek strategis hilirisasi nasional fase dua yang mulai digarap secara serentak.
Untuk sektor energi, salah satu fokus utamanya adalah pembangunan dan pengembangan fasilitas kilang BBM.
Secara perinci, pengembangan kilang di Cilacap dan Dumai ditargetkan meningkatkan kapasitas tambahan mencapai 62.000 barrel per hari (MBSD) dan direncanakan mulai beroperasi (onstream) pada kuartal IV 2030.
Kilang Pertamina Cilacap, Jawa Tengah.
Dengan kapasitas tersebut, proyek ini diperkirakan mampu mensubstitusi impor gasoline hingga sekitar 2 juta kiloliter (KL) per tahun, atau setara dengan hampir 9,47 persen dari kesenjangan pasokan dan kebutuhan (gap supply-demand) nasional.
Selain mengurangi impor BBM, proyek ini juga diharapkan dapat menekan impor produk turunan seperti elpiji dan propilena, serta mendukung pemenuhan kebutuhan BBM berkualitas tinggi seperti Pertamax Series dari produksi domestik.
Rosan menambahkan, dalam program hilirisasi tersebut, pada sektor energi juga terdapat proyek pembangunan tangki operasional BBM di tiga lokasi, yakni Palaran (Kalimantan Timur), Biak (Papua), dan Maumere (Nusa Tenggara Timur).
Proyek itu mencakup pengembangan terminal BBM di Palaran dengan kapasitas 37.000 KL, Biak 46.000 KL, serta Maumere 70.000 KL.
Dengan begitu, total tambahan kapasitas mencapai 153.000 KL, atau meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional sekitar 3,1 persen.
Pelaksanaan proyek ini dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga dan ditargetkan mulai beroperasi secara bertahap pada 2027 untuk Maumere, serta 2028 untuk Palaran dan Biak.
Rosan menuturkan, proyek-proyek hilirisasi perlu dijalankan untuk menciptakan nilai tambah industri, memperkuat sektor manufaktur, serta membuka lapangan kerja yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
"Proyek-proyek hilirisasi ini segera kita laksanakan dalam rangka penciptaan nilai tambah, penciptaan industri dan tentunya adalah yang paling penting juga penciptaan lapangan pekerjaan," pungkasnya.
Baca juga: Kilang Pertamina Siap Olah Suplai Minyak Mentah dari Rusia
Tag: #proyek #kilang #cilacap #dumai #mulai #dibangun #bisa #kurangi #impor #triliun