Purbaya: Pemerintah Masuk Mode ''Survival'' demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui awak media di Kementerian Keuangan, Jakarta pada Selasa (21/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
06:40
24 April 2026

Purbaya: Pemerintah Masuk Mode ''Survival'' demi Jaga Pertumbuhan Tinggi dan Daya Beli

- Pemerintah mengubah cara kerja dalam mengelola ekonomi di tengah tekanan global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, arah kebijakan kini tidak lagi berjalan seperti biasa, melainkan masuk dalam “mode bertahan” untuk menjaga pertumbuhan tetap tinggi.

“Saya mau jelaskan, di kepala Presiden, kita sekarang berada dalam kondisi survival, jadi bukan business as usual," ujarnya dalam Simposium PT SMI 2026 di Jakarta.

Pendekatan ini, kata Purbaya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong optimalisasi seluruh sumber daya negara demi mengejar target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Dalam situasi tersebut, pemerintah mulai mengerahkan berbagai instrumen secara lebih agresif, termasuk membentuk sejumlah satuan tugas (satgas) untuk mengamankan penerimaan dan belanja negara, sekaligus memperbaiki iklim usaha.

"Jadi kalau Anda lihat, ada Satgas PKH (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) di mana penggelapan-penggelapan, penyelewengan di kawasan hutan dibereskan, itu langkah Presiden yang serius," jelasnya.

Baca juga: Purbaya Copot Dua Dirjen, Analis: Ada Sinyal Koreksi Arah Fiskal

Strategi pemerintah di "mode bertahan"

Tak hanya itu, pembenahan tata kelola juga dilakukan secara menyeluruh, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam agar memberikan imbal hasil optimal bagi negara.

Pemerintah, menurut Purbaya, tidak lagi memberi ruang bagi kebijakan yang setengah hati.

"Saya tekankan di sini, kita dalam mode survival. Semua harus dijalankan semaksimal mungkin. Tidak ada lagi main-main," tegasnya.

Di sisi kebijakan, pemerintah tetap mendorong program prioritas seperti pembangunan infrastruktur, penguatan ketahanan energi, hingga pengembangan ekonomi daerah.

Efisiensi anggaran dan peningkatan kapasitas industri juga menjadi fokus, termasuk melalui hilirisasi dan pengembangan sektor kimia berbasis ekspor.

Untuk menjaga stabilitas, pemerintah juga mempercepat diversifikasi sumber energi agar tidak bergantung pada satu atau dua pemasok di tengah risiko gangguan global.

“Kalau ini semua jalan, investasi masuk, lapangan kerja juga akan terbuka,” kata Purbaya.

Baca juga: Purbaya dan Pejabat Kemenkeu Kompak Bungkam soal Pencopotan 2 Dirjen

Menjaga daya beli masyarakat jadi kunci...

Meski strategi diperketat, ia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Stabilitas fiskal, kredibilitas kebijakan, dan dominasi permintaan domestik menjadi penopang utama.

Sekitar 90 persen perekonomian nasional, kata dia, masih digerakkan oleh konsumsi dalam negeri.

Karena itu, menjaga daya beli masyarakat menjadi kunci agar ekonomi tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Sebagai perbandingan, Purbaya mengingatkan bahwa saat krisis global 2009, Indonesia masih mampu tumbuh 4,6 persen ketika banyak negara mengalami kontraksi.

Sementara Indonesia pada 2026 diperkirakan masih bertumbuh. Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) tetap optimistis meramalkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 antara 5,1 persen sampai 5,2 persen.

Demikian pula IMF juga mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026 sebesar 5,1 persen.

Tag:  #purbaya #pemerintah #masuk #mode #survival #demi #jaga #pertumbuhan #tinggi #daya #beli

KOMENTAR