Perum Jasa Tirta II Mau Optimalisasikan PLTS Terapung untuk Perkuat Ketahanan Energi
Direktur Utama (Dirut) PT Perum Jasa Tirta II Imam Santoso berada di Bendung Walahar, Karawang, Jawa Barat, Selasa (25/11/2025).(Kompas.com/Suhaiela Bahfein)
13:20
16 April 2026

Perum Jasa Tirta II Mau Optimalisasikan PLTS Terapung untuk Perkuat Ketahanan Energi

Dalam upaya memperkuat ketahanan energi nasional, Perum Jasa Tirta II (PJT II) mendorong optimalisasi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai bagian dari transisi menuju energi baru terbarukan (EBT).

Direktur Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil sekaligus memperkuat sistem energi nasional yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Pengembangan PLTS merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi sumber daya air yang dikelola PJT II, sekaligus mendukung diversifikasi energi nasional,” kata Imam dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).

“PJT II memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, termasuk melalui pemanfaatan area waduk untuk PLTS terapung,” lanjutnya.

Baca juga: PLTS Atap dan Power Wheeling Diusulkan untuk Kejar Target Listrik 100 GW

Dia mengatakan, hal ini menjadi bagian dari kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Imam.

Dalam jangka pendek, pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk pengembangan PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.

Sementara itu, dalam jangka menengah hingga panjang, PJT II dapat mengoptimalkan penguatan portofolio energi bersih melalui integrasi berbagai sumber EBT, termasuk tenaga surya, air, dan potensi energi lainnya.

Imam menegaskan bahwa PJT II siap untuk berkolaborasi dan mendukung PT PLN Nusantara Power untuk menyempurnakan peta jalan pengembangan energi terbarukan yang terintegrasi dengan kebutuhan sistem kelistrikan nasional.

“Pengembangan PLTS merupakan bagian penting dalam perjalanan transisi energi nasional, sehingga PJT II siap berkolaborasi agar PLN dapat terus memperluas kapasitas pembangkit berbasis EBT, sekaligus memastikan keandalan sistem kelistrikan tetap terjaga,” katanya.

Meski memiliki potensi besar, pengembangan PLTS dan EBT tidak luput dari sejumlah tantangan, mulai dari aspek teknis, investasi, hingga integrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional.

Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain variabilitas sumber energi surya, kebutuhan infrastruktur pendukung, serta pembiayaan proyek yang relatif besar yang membutuhkan sejumlah strategi, di antaranya penguatan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi terkini, serta peningkatan efisiensi operasional pembangkit.

“Kami akan berupaya untuk terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta mengadopsi teknologi yang adaptif agar dapat menjawab tantangan pengembangan EBT,” ujar dia.

“Ini penting agar implementasi di lapangan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” tambah Imam.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Nusantara Power, Ruli Firmansyah mengatakan, dalam memastikan keberlanjutan pengembangan PLTS dan EBT, PJT II dan PT PLN Nusantara Power akan melakukan berbagai langkah mitigasi dan antisipasi.

Hal itu meliputi penguatan sistem pemantauan operasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengelolaan risiko yang komprehensif. Selain itu, sinergi antara pengelolaan sumber daya air dan energi listrik menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kolaborasi antara PJT II dan PT PLN-NP merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem energi yang andal. Dengan sinergi ini, kami akan mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” tegas Ruli.

Tag:  #perum #jasa #tirta #optimalisasikan #plts #terapung #untuk #perkuat #ketahanan #energi

KOMENTAR