Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp 7.488 T, Dipicu Lonjakan Modal Asing ke BI
Ilustrasi utang luar negeri RI.(SHUTTERSTOCK/BILLION PHOTOS)
15:28
15 April 2026

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp 7.488 T, Dipicu Lonjakan Modal Asing ke BI

- Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan utang ini didorong oleh lonjakan ULN bank sentral seiring derasnya aliran modal asing.

Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN Indonesia pada periode tersebut mencapai 437,9 miliar dollar AS atau setara Rp 7.488 triliun, meningkat dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya sebesar 434,9 miliar dollar AS.

Secara tahunan, ULN Indonesia tumbuh 2,5 persen (year-on-year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 1,7 persen (yoy).

Direktur Departemen Komunikasi BI Anton Pitono mengatakan, posisi ULN Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika global.

"Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2026 tetap terjaga," ujar Anton dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Baca juga: Pembiayaan Eksternal Bergeser, ULN Pemerintah Dominan di Awal 2026

Dia mengungkapkan, kenaikan ULN pada peride ini disebabkan oleh peningkatan ULN sektor publik. Sementara posisi ULN swasta mengalami penurunan.

Adapun ULN sektor publik meningkat akibat peningkatan ULN BI yang dipengaruhi oleh kenaikan kepemilikan investor asing terhadap instrumen moneter yang diterbitkan BI untuk operasi moneter demi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global.

"Peningkatan posisi ULN tersebut terutama didorong oleh ULN sektor publik khususnya bank sentral seiring dengan aliran masuk modal asing ke instrumen moneter, yakni Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI)," jelasnya.

Dari sisi sektor publik, ULN pemerintah pada periode ini tercatat sebesar 215,9 miliar dolar AS atau tumbuh 5,5 persen (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 5,6 persen (yoy). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh penurunan posisi surat utang.

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 22,0 persen; administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib 20,3 persen; jasa pendidikan 16,2 persen; konstruksi 11,6 persen; serta transportasi dan pergudangan 8,5 persen.

"Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,98 persen dari total ULN pemerintah," ucapnya.

Sementara itu, ULN swasta pada periode yang sama tercatat sebesar 193,7 miliar dolar AS atau turun 0,7 persen (yoy).

Penurunan ini dipengaruhi oleh kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan nonkeuangan (nonfinancial corporations) yang masing-masing turun 2,8 persen dan 0,2 persen (yoy).

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari sektor industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 80,3 persen dari total ULN swasta.

"ULN swasta didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 76 persen terhadap total ULN swasta," kata Anton.

Anton menegaskan, secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini tercermin dari rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 29,8 persen serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 84,9 persen dari total ULN.

"Dalam rangka menjaga agar struktur ULN sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN," tuturnya,

Tag:  #utang #luar #negeri #naik #jadi #7488 #dipicu #lonjakan #modal #asing

KOMENTAR