Harga Minyak Dunia Melonjak 8 Persen Tembus 100 Dollar AS, Imbas Rencana Trump Blokade Selat Hormuz
- Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada perdagangan Asia, Senin (13/4/2026). Kenaikan terjadi setelah rencana Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz.
Harga minyak Brent naik 7,60 dollar AS atau 7,98 persen menjadi 102,80 dollar AS per barrel pada pukul 06.10 WIB. Pada akhir perdagangan Jumat sebelumnya, Brent sempat turun 0,75 persen.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga melonjak. WTI berada di level 104,88 dollar AS per barrel, naik 8,31 dollar AS atau 8,61 persen. Pada sesi sebelumnya, WTI melemah 1,33 persen.
Lonjakan harga dipicu rencana Angkatan Laut AS membatasi akses di Selat Hormuz. Langkah ini berpotensi menahan pengiriman minyak Iran setelah perundingan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
"Pasar kini pada dasarnya kembali ke kondisi sebelum gencatan senjata, dengan sekarang AS akan memblokir hingga 2 juta barrel per hari aliran minyak terkait Iran melalui Selat Hormuz," ujar Kepala riset energi MST Marquee, Saul Kavonic.
Baca juga: Perundingan Iran-AS Gagal, Harga Minyak dan Emas Diprediksi Bergejolak Pekan Depan
Presiden AS Donald Trump menyampaikan Angkatan Laut akan mulai melakukan blokade. Pernyataan ini muncul setelah pembicaraan panjang dengan Iran tidak menghasilkan kesepakatan dan mengancam gencatan senjata yang sudah berlangsung dua pekan.
Trump juga mengakui harga minyak dan bensin berpotensi tetap tinggi hingga pemilu paruh waktu pada November mendatang.
Komando Pusat AS menyebut blokade mulai berlaku pukul 10.00 waktu setempat atau 21.00 WIB pada Senin. Seluruh lalu lintas kapal dari dan menuju pelabuhan Iran akan terdampak.
Analis ANZ Brian Martin dan Daniel Hynes menilai langkah ini akan menekan pasokan global.
"Langkah ini tidak hanya menahan ekspor dari produsen minyak di Teluk Persia, tetapi juga akan membatasi kemampuan Iran mengekspor minyak dan memperparah gangguan pasokan yang sedang dialami pasar," tulis mereka.
Analis IG Tony Sycamore menilai blokade akan menghentikan aliran minyak Iran. Kondisi ini juga memberi tekanan pada negara pembeli untuk mendorong pembukaan kembali jalur tersebut.
Ketegangan meningkat setelah Garda Revolusi Iran memberi peringatan keras. Setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata.
Baca juga: Rupiah Diprediksi Tertahan di Atas Rp 17.000 per Dollar AS, Imbas AS-Iran Batal Damai
Data pelayaran menunjukkan tiga kapal supertanker masih melintasi selat pada Sabtu. Kapal tersebut menjadi yang pertama keluar dari Teluk sejak gencatan senjata diumumkan.
Pergerakan kapal pada Senin terlihat terbatas. Data LSEG hanya mencatat satu kapal berbendera Iran yang berlabuh di kawasan tersebut.
Arab Saudi menyatakan telah memulihkan kapasitas penyaluran minyak melalui pipa Timur-Barat hingga sekitar 7 juta barrel per hari. Pemulihan dilakukan beberapa hari setelah evaluasi dampak serangan terhadap sektor energi saat konflik.
Tag: #harga #minyak #dunia #melonjak #persen #tembus #dollar #imbas #rencana #trump #blokade #selat #hormuz