IHSG Bisa Terkoreksi Imbas Gagalnya Perundingan AS-Iran, Ritel Disarankan Cermati Saham-saham Ini
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). (Freepik)
06:32
13 April 2026

IHSG Bisa Terkoreksi Imbas Gagalnya Perundingan AS-Iran, Ritel Disarankan Cermati Saham-saham Ini

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan melemah.

Sentimen negatif datang dari gagalnya perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana melihat secara teknikal IHSG berpotensi menguji resistance di kisaran 7.500 hingga 7.550.

Sementara itu, area support berada di rentang 7.308 hingga 7.346.

Dalam skenario negatif, IHSG berpotensi turun lebih dalam jika tensi geopolitik meningkat.

Level 7.300 hingga 7.200 menjadi area yang berpotensi diuji, seiring tekanan jual dan potensi capital outflow.

Sebaliknya, IHSG berpeluang menguat jika muncul sentimen positif dari perkembangan negosiasi global.

Penguatan diperkirakan terbatas di kisaran 7.550 hingga 7.600 dan belum cukup kuat membentuk tren naik jangka panjang.

“Dengan demikian pergerakan IHSG saat ini lebih mencerminkan fase trading range dibandingkan tren directional yang solid,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Minggu malam (12/4/2026).

Baca juga: IHSG Melonjak 6,14 Persen Sepekan, tapi Asing Masih Catat Outflow Besar

Hendra menyarankan investor ritel tetap selektif dan disiplin dalam manajemen risiko.

Strategi buy on weakness dinilai lebih relevan, dengan memanfaatkan koreksi untuk akumulasi bertahap.

Investor juga disarankan menjaga proporsi kas. Volatilitas pasar masih tinggi dan arah pergerakan dipengaruhi sentimen global.

Diversifikasi sektor menjadi penting. Sektor energi dan komoditas dinilai lebih tahan dalam kondisi ketidakpastian.

Sejumlah saham dinilai menarik untuk dicermati.

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) memiliki prospek dari potensi pemulihan harga ayam. Target harga berada di kisaran Rp 2.800.

PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) menjadi pilihan defensif dengan dukungan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang stabil. Target harga di Rp 1.600.

PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) dinilai menarik seiring potensi pemulihan belanja iklan. Target harga di Rp 330.

PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menjadi pilihan spekulatif di sektor pelayaran. Saham ini berpotensi diuntungkan dari peningkatan distribusi energi. Target harga di kisaran Rp 240.

“Secara keseluruhan, pasar saat ini masih berada dalam fase sensitif terhadap sentimen eksternal, sehingga kunci utama bagi investor adalah tetap rasional, tidak reaktif, dan fokus pada peluang dengan risk-reward yang terukur,” kata Hendra.

Baca juga: Perundingan AS dan Iran Gagal, Apa Dampaknya Bagi IHSG?

Rekomendasi lain datang dari analis sekuritas.

Senior Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menarik dicermati.

Kenaikan harga minyak dinilai dapat mendorong kinerja perseroan.

ENRG mencatat pendapatan sebesar 498 juta dollar AS atau sekitar Rp 8,51 triliun pada 2025. Angka ini tumbuh 7 persen secara tahunan.

Kinerja ditopang oleh aset Sengkang, Siak, Kampar, dan Bentu.

Sementara itu, Analis BRI Danareksa Sekuritas Andhika Audrey menilai PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menarik untuk jangka pendek.

MEDC mencatat pendapatan sebesar 2,40 miliar dollar AS pada 2025. Laba bersih turun 72,48 persen menjadi 101 juta dollar AS.

Produksi diproyeksikan tumbuh 5,7 persen hingga 8,9 persen pada 2026. Produksi harian diperkirakan mencapai 165.000 hingga 170.000 barel.

Andhika merekomendasikan buy untuk MEDC dengan target harga Rp 2.000 per saham.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor.

Tag:  #ihsg #bisa #terkoreksi #imbas #gagalnya #perundingan #iran #ritel #disarankan #cermati #saham #saham

KOMENTAR