IHSG Masih Volatil, Saham Apa Saja yang Layak Dicermati Investor Ritel?
Ilustrasi saham. (PIXABAY/SERGEI TOKMAKOV)
07:32
10 April 2026

IHSG Masih Volatil, Saham Apa Saja yang Layak Dicermati Investor Ritel?

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan volatil pada perdagangan Jumat (10/4/2026).

Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai secara teknikal jika indeks mampu bertahan di atas level psikologis 7.200–7.250, peluang melanjutkan penguatan ke area resistance berikutnya masih terbuka. Namun, investor perlu mewaspadai potensi aksi ambil untung jangka pendek.

“Secara teknikal, selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 7.200–7.250, maka peluang untuk melanjutkan penguatan ke area resistance berikutnya tetap terbuka,” ujar Hendra kepada Kompas.com, Kamis malam (9/4/2026).

IHSG memang menguat 28,380 poin atau 0,39 persen ke level 7.307,589 pada penutupan perdagangan Kamis ini. Ia menilai penguatan indeks mencerminkan ketahanan pasar domestik di tengah tekanan global yang masih tinggi.

Meskipun sepanjang hari dibayangi sentimen negatif dari pasar global, terutama terkait memanasnya kembali tensi geopolitik di Timur Tengah. Nilai transaksi yang mencapai Rp 16,30 triliun menunjukkan aktivitas investor yang masih solid, dengan rotasi sektor menjadi penggerak utama indeks.

Baca juga: IHSG Menguat Saat Asing Jual Rp 1,74 Triliun, Sinyal Waspada Investor

Penguatan IHSG kali ini ditopang oleh sektor konsumer primer yang melonjak 1,99 persen. Kenaikan itu menggambarkan pergeseran minat investor ke sektor defensif berbasis konsumsi domestik, seperti saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), di tengah ketidakpastian global.

Sebaliknya, sektor finansial menjadi penekan utama indeks dengan penurunan 1,23 persen. Koreksi terjadi pada saham-saham perbankan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).

Kondisi itu dipandang Hendra mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher for longer), seiring meningkatnya risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi.

“Hal ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi suku bunga tinggi yang lebih lama (higher for longer), seiring meningkatnya risiko inflasi global akibat lonjakan harga energi,” paparnya.

Dari sisi global, pasar masih dibayangi rapuhnya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Ketegangan yang belum mereda, ditambah eskalasi konflik di Lebanon, mendorong harga minyak kembali naik ke kisaran 98 dollar AS per barrel.

Kenaikan harga minyak menjadi faktor krusial karena berpotensi mendorong inflasi global lebih tinggi, yang pada akhirnya mempengaruhi kebijakan moneter bank sentral, khususnya Federal Reserve (The Fed). Risalah terbaru menunjukkan sebagian pejabat bank sentral tersebut masih mempertimbangkan kenaikan suku bunga, atau setidaknya menahan penurunan suku bunga lebih lama dari ekspektasi pasar.

Tekanan global, lanjut Hendra, tercermin pada mayoritas bursa Asia yang ditutup di zona merah, serta pelemahan mata uang kawasan, termasuk rupiah yang berada di level Rp17.090 per dollar AS.

“Kondisi itu mengindikasikan risiko capital outflow masih membayangi dalam jangka pendek, terutama jika ketidakpastian geopolitik berlanjut dan ekspektasi suku bunga global kembali meningkat,” bebernya.

Baca juga: Fundamental Kuat, Saham BBCA Diproyeksi Bangkit Usai Koreksi Dalam

Saham apa saja yang perlu dicermati? 

Meski demikian, IHSG mampu bertahan di zona hijau, menandakan daya tahan domestik yang masih cukup kuat.

Adapun, sejumlah saham yang menarik dicermati investor ritel pada perdagangan Jumat antara lain:

Hendra merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang berpotensi melanjutkan kenaikan dengan target harga di Rp 2.000, sejalan dengan sentimen positif sektor energi dan petrokimia.

Selain itu, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang berpeluang menguat menuju Rp 320 didukung potensi rebound sektor media. Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga diproyeksikan bergerak naik ke area Rp 280, seiring sentimen harga minyak.

Lalu, saham PT MNC Land Tbk (KPIG) layak diperhatikan dengan target harga Rp 130, sebagai bagian dari sektor properti yang mulai menunjukkan akumulasi.

Strategi yang dapat diterapkan adalah trading buy dengan disiplin pada level support, mengingat kondisi pasar yang masih diliputi ketidakpastian global.

Lebih jauh, analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, merekomendasi beli untuk saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dengan target harga masing-masing Rp 4.400 - Rp 4.800 per saham dan Rp 850 - Rp 870 per saham.

Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.

Tag:  #ihsg #masih #volatil #saham #saja #yang #layak #dicermati #investor #ritel

KOMENTAR