Asing Tambah Kepemilikan di Indocement (INTP), Porsi Naik Meski Pasar Bergejolak
Investor asing tercatat menambah kepemilikan saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) pada Maret 2026, di tengah dinamika pasar saham yang masih fluktuatif.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/4/2026), kepemilikan asing meningkat menjadi 2,908 miliar saham dari sebelumnya 2,907 miliar saham. Kenaikan ini setara dengan tambahan sekitar 951.714 saham.
Di sisi lain, kepemilikan investor domestik justru mengalami penurunan dalam periode yang sama, dari 607,87 juta saham menjadi 606,92 juta saham.
Secara keseluruhan, struktur kepemilikan saham INTP masih didominasi investor asing. Salah satu pemegang saham utama, Heidelberg Materials AG, tetap menguasai sekitar 53,40 persen saham perseroan tanpa perubahan.
Baca juga: Penjualan Turun, Laba Tahun Berjalan 2025 Indocement (INTP) Justru Naik 12 Persen
Sementara itu, saham treasuri perseroan juga tercatat meningkat menjadi 231,87 juta saham, naik dari posisi sebelumnya 230,66 juta saham.
Manajemen INTP sebelumnya telah menyampaikan bahwa perusahaan telah menuntaskan program pembelian kembali (buyback) saham senilai ratusan miliar rupiah.
Berdasarkan keterbukaan informasi, perseroan telah merealisasikan buyback sebanyak 66,24 juta saham atau setara 1,88 persen dari total saham tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total dana yang telah dikucurkan mencapai Rp 437,87 miliar, dengan harga rata-rata pembelian di Rp 6.610 per saham. Aksi korporasi itu merupakan bagian dari buyback periode 22 Mei 2025 hingga 21 Mei 2026, yang telah dilaksanakan hingga 6 April 2026.
Untuk diketahui, INTP merupakan salah satu produsen semen terbesar di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1975. Perseroan dikenal luas melalui merek Tiga Roda dan menjadi bagian dari grup global Heidelberg Materials.
Secara bisnis, Indocement bergerak di industri bahan bangunan, khususnya produksi semen, dengan jaringan distribusi yang luas di pasar domestik. Dukungan dari induk usaha global turut memperkuat posisi perseroan dalam menjaga daya saing di tengah ketatnya industri semen nasional.
Baca juga: Buyback Indocement Jalan, 66 Persen Saham Sudah Ditarik
Saham INTP bergerak menguat pada perdagangan Kamis (8/4/2026), didorong oleh momentum beli yang mulai meningkat sejak pertengahan sesi.
Saham INTP naik 1,92 persen atau 100 poin ke level Rp 5.300 per saham. Pada awal perdagangan, harga sempat bergerak fluktuatif dan menyentuh level terendah di Rp 5.175.
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #asing #tambah #kepemilikan #indocement #intp #porsi #naik #meski #pasar #bergejolak