Purbaya: Perjalanan Luar Negeri Pejabat Dihilangkan, Kecuali Kepepet Banget
Purbaya: Kebijakan Gaji ke-13 ASN Masih Dikaji, Belum Ada Keputusan Final. Tabungan Pemerintah di BI Tersisa Rp 120 Triliun, Aman atau Rawan?(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
12:04
8 April 2026

Purbaya: Perjalanan Luar Negeri Pejabat Dihilangkan, Kecuali Kepepet Banget

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa pemerintah memangkas perjalanan dinas luar negeri pejabat kecuali penting.

Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto demi menghemat anggaran negara atau efisiensi.

Sekaligus dilakukan di tengah gejolak geopolitik dunia dan lonjakan harga minyak dunia.

“Kalau perintah Presiden, perjalanan luar negeri dikurangi, yang lebih lanjut adalah perjalanan luar negeri pejabat-pejabat dihilangkan kecuali kepepet banget,” ujar Purbaya kepada awak media pada Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Purbaya soal Viral Banyak Motor Listrik Berlogo BGN: Saya Belum Tahu

Namun Purbaya mengaku dalam waktu dekat ia harus tetap berangkat untuk menghadiri Pertemuan IMF-Bank Dunia. Purbaya mengaku sudah mendapatkan izin untuk berangkat meski di tengah efisiensi.

Tak hanya perjalanan dinas, Purbaya mengatakan bahwa ia tengah berencana melakukan pemangkasan ke sejumlah kementerian dan lembaga demi melakukan efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perjalanan dinas dalam negeri dipangkas hingga 50 persen.

Perjalanan luar negeri ditekan hingga 70 persen.

“Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stabilitas fiskal tetap terjaga,” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3/2026).

Kebijakan ini diambil untuk merespons dinamika global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi.

Efisiensi juga dilakukan Pemerintah melalui perubahan pola kerja melalui kebijakan work from home (WFH) satu hari setiap pekan, tepatnya setiap Jumat.

Kebijakan WFH berlaku untuk instansi pusat dan daerah. Pengaturan teknis akan dituangkan melalui surat edaran kementerian terkait.

Tujuan utamanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas berbasis digital.

Pembatasan juga diterapkan pada penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen, kecuali untuk kebutuhan operasional.

ASN didorong beralih ke transportasi publik guna menekan konsumsi energi.

Airlangga menyebut efisiensi mobilitas dan WFH berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp 6,2 triliun.

Penghematan berasal dari penurunan konsumsi bahan bakar minyak. Penghematan konsumsi BBM di masyarakat diperkirakan mencapai Rp 59 triliun.

Baca juga: Purbaya Akui Ada Omongan Potong Gaji Menteri: Saya Tebak 25 Persen

Tag:  #purbaya #perjalanan #luar #negeri #pejabat #dihilangkan #kecuali #kepepet #banget

KOMENTAR