Purbaya: Dari Buat Bank UMKM hingga Rencana Ambil Alih KCIC
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (27/3/2026)(KOMPAS.com/Rahel)
07:48
8 April 2026

Purbaya: Dari Buat Bank UMKM hingga Rencana Ambil Alih KCIC

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sejumlah gebrakan di tengah gejolak global yang berdampak kepada anggaran negara.

Mulai dari pembentukan bank khusus UMKM hingga rencana pengambilalihan pengelolaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh).

Menurut dia, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembiayaan usaha kecil sekaligus merapikan struktur keuangan proyek infrastruktur besar.

Baca juga: Purbaya Akui Ada Omongan Potong Gaji Menteri: Saya Tebak 25 Persen

Ambil Alih PNM

Langkah pertama yang disiapkan Purbaya adalah pembentukan bank yang fokus menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Rencana ini berkaitan dengan wacana pengambilalihan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI). PNM nantinya akan diubah menjadi Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan.

Purbaya menegaskan bahwa transformasi tersebut diarahkan agar PNM tidak hanya menyalurkan pembiayaan ultra mikro, tetapi juga menjadi penyalur utama KUR.

“Jadi PNM jadi bank mungkin di bawah SMI atau PIP, di bawah kita dia akan menyalurkan KUR,” ujarnya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menyebut, skema tersebut memungkinkan PNM berkembang menjadi lembaga pembiayaan yang lebih luas, bahkan berpotensi menjadi bank yang berada di bawah entitas seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Menurutnya, rencana pembentukan bank UMKM tersebut telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan memperoleh persetujuan awal.

Saat ini, Kementerian Keuangan masih melakukan pembahasan lanjutan dengan Danantara Indonesia serta meminta dukungan dari DPR agar kebijakan ini dapat segera direalisasikan.

Kereta Cepat Whoosh

Selain fokus pada sektor UMKM, Purbaya juga menyoroti penyelesaian persoalan pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh yang dikelola oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah berencana mengambil alih perusahaan tersebut sebagai bagian dari langkah restrukturisasi.

Purbaya menyatakan bahwa proses pengambilalihan pada dasarnya telah selesai dan kini hanya tinggal menunggu tahap formalitas.

Ia menambahkan bahwa skema pengelolaan baru sudah disepakati, namun belum dapat diumumkan karena melibatkan berbagai pihak.

“Sudah selesai, cuman tinggal formalitasnya. Tapi kan saya belum bisa ngumumin, karena bukan saya sendiri yang terlibat. Itu nanti akan diumumkan. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya. Nanti diumumkan pada saatnya,” kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Hal senada disampaikan oleh Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, yang menyebut bahwa proses pengambilalihan KCIC oleh Kementerian Keuangan masih dalam tahap finalisasi.

“Iya, kemungkinan, ini sedang kita. Insyaallah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ia memastikan pemerintah tengah mematangkan sejumlah opsi agar keputusan yang diambil dapat menjadi solusi jangka panjang bagi proyek tersebut.

Dony juga mengungkapkan bahwa restrukturisasi pembiayaan Whoosh ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Pemerintah berencana mengumumkan hasil finalnya bersama Menteri Keuangan dalam satu hingga dua minggu ke depan, setelah seluruh dokumen administratif diselesaikan.

“Whoosh juga akan segera selesai dengan Pak Menkeu. Mungkin Insyaallah dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu atau minggu depan atau dua minggu lagi akan ketemu dan juga dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final ya,” kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan.

Meski akan terjadi perubahan dalam struktur pembiayaan dan kepemilikan, operasional kereta cepat tetap akan dijalankan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Pemerintah memilih untuk fokus pada perbaikan ke depan tanpa memperdebatkan persoalan masa lalu, sekaligus memperkuat tata kelola dan kesehatan keuangan BUMN.

Baca juga: KPK Panggil Pengusaha Rokok Terkait Kasus Bea Cukai, Purbaya: Kalau Ada yang Gelap Tangkapin Aja

Tag:  #purbaya #dari #buat #bank #umkm #hingga #rencana #ambil #alih #kcic

KOMENTAR