Rupiah Tembus Rp17.100, Menkeu Sebut Masih Sesuai Skenario APBN
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditemui di Kementerian Keuangan pada Selasa (7/4/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)
18:20
7 April 2026

Rupiah Tembus Rp17.100, Menkeu Sebut Masih Sesuai Skenario APBN

- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.000 per dollar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam skenario yang telah disiapkan pemerintah.

Menurut dia, pergerakan rupiah tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagai simulasi untuk mengantisipasi gejolak pasar.

“Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu rupiahnya bukan rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam hitungan skenario,” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun, Defisit APBN Dijaga di Bawah 3 Persen

Ia menjelaskan, dalam penyusunan anggaran, pemerintah tidak hanya menggunakan satu asumsi nilai tukar, melainkan menyiapkan beberapa parameter simulasi sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika global.

Meski demikian, Purbaya enggan membeberkan angka pasti nilai tukar yang digunakan dalam simulasi terbaru pemerintah.

Ia menilai, penyampaian angka tersebut berpotensi memicu spekulasi di pasar.

“Saya enggak bilang rupiahnya berapa. Nanti kalau saya bilang, ‘oh kata Menteri Keuangan rupiah ke sana’, kamu sudah beli dollar? Jadi kalau rupiah, kita serahkan ke bank sentral, ke ahlinya,” kata dia.

Ia pun menyatakan kepercayaan terhadap Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini.  KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKA Ilustrasi kurs dollar AS (USD) terhadap rupiah (IDR) hari ini. Sebelumnya diberitakan, nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pada penutupan perdagangan Selasa (7/4/2026). Rupiah turun 0,42 persen ke level Rp 17.105 per dollar AS.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai, tekanan berasal dari eskalasi konflik di Timur Tengah.

Tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran terkait Selat Hormuz memicu kekhawatiran pasar.

Menurut Ibrahim, gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir memperketat ekspektasi pasokan energi global. Risiko di pasar minyak ikut meningkat.

“Investor bersiap menghadapi potensi eskalasi di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz," ujar Ibrahim.

"Gangguan lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan dan meningkatkan premi risiko di seluruh pasar minyak,” sambung dia.

Upaya diplomatik belum menunjukkan hasil.Iran menolak proposal yang didukung Amerika Serikat.

Usulan tersebut mencakup gencatan senjata selama 45 hari dan pembukaan Selat Hormuz secara bertahap. Sementara Iran mengajukan syarat berbeda.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Anjlok ke 17.150 Per Dollar AS Esok Hari, Apa Biang Keroknya?

Tag:  #rupiah #tembus #rp17100 #menkeu #sebut #masih #sesuai #skenario #apbn

KOMENTAR