Purbaya Jelaskan APBN Triwulan I-2026 Redam Dampak Gejolak Global ke Indonesia
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)
13:24
6 April 2026

Purbaya Jelaskan APBN Triwulan I-2026 Redam Dampak Gejolak Global ke Indonesia

- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keadaan fiskal I-2026 tetap terkendali.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjadi peredam gejolak global (shock absorber) agar dampaknya tak meluas di dalam negeri Indonesia.

"Di tengah gejolak global yang terus berlangsung, APBN triwulan I-2026 mampu berfungsi sebagai shock absorber sekaligus mendukung agenda pembangunan dengan risiko yang tetap terkendali," ujar Purbaya dikutip dari Kontan, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Defisit APBN Tembus Rp 240,1 Triliun per Maret 2026, Purbaya Sebut Sesuai Desain Awal

Purbaya juga mengungkap sisi penerimaan pajak yang naik signifikan sebesar 20.7 persen secara year on year (yoy).

Pendapatan negara naik hingga 10,5 persen mencapai angka Rp 574,9 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Pendapatan itu diikuti belanja negara yang naik signifikan 31,4 persen menjadi Rp 815,0 triliun dari periode sebelumnya pada kuartal I-2025 di angka 1,4 persen.

Baca juga: Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026

Lonjakan belanja negara memang disengaja, sebuah strategi pemerintah untuk memeratakan pembangunan perekonomian.

"Kami ingin sekali belanjanya bisa dibelanjakan merata atau hampir merata sepanjang tahun sehingga dampak ekonominya lebih signifikan dirasakan sepanjang tahun," jelas Purbaya.

Tapi ada konsekuensinya, dimana APBN mencatatkan defisit sebesar Rp 240,1 triliun atau setara 0.93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Tapi yang jelas kami monitor terus selama setahun akan seperti apa pendapatannya dan belanjanya seperti apa. Jadi kami amat berhati-hati dalam mempertimbangkan hal ini," kata Purbaya.

Baca juga: Purbaya Klaim Inflasi Maret 2026 Hanya 2,5 persen di Luar Diskon Listrik

Jamin harga BBM subsidi tak naik

Selain itu, Purbaya menjelaskan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak naik hingga akhir tahun.

Pemerintah sudah menyiapkan skenario meredam harga kenaikan minyak dunia.

“Jadi yang bersubsidi, sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat tahu, tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Anak Buah Purbaya: Sektor Manufaktur Indonesia Tetap Ekspansif

Skenario yang dimaksud ialah menyusun simulasi kenaikan harga minyak di kisaran 80-100 dollar AS per barrel. 

Selain itu, ada langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas APBN.

"Sudah siap yang kemarin diumumkan itu dengan asumsi 100 100 dollar AS, jadi kita sudah siap berlapis-lapis," beber Purbaya.

Baca juga: Jurus Purbaya Jaga APBN: BBM Ditahan, Subsidi Bisa Tembus Rp 100 T

Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026" dan Kontan dengan judul "Purbaya Ungkap Realisasi Belanja Negara Tembus Rp 815 Triliun di Kuartal I-2026"

Tag:  #purbaya #jelaskan #apbn #triwulan #2026 #redam #dampak #gejolak #global #indonesia

KOMENTAR