Iran dan Oman Susun Protokol Awasi Selat Hormuz, Pasar Bereaksi
– Iran dan Oman tengah menyusun protokol bersama untuk memantau lalu lintas kapal di Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak terpenting dunia.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan pada Kamis (2/4/2026), langkah ini bertujuan untuk mengatur sekaligus mengawasi pergerakan kapal tanker yang melintas di kawasan tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk urusan hukum dan internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan bahwa lalu lintas tanker melalui jalur strategis itu perlu “diawasi dan dikoordinasikan” bersama Iran dan Oman.
Baca juga: Iran Dilaporkan Tolak Usulan AS untuk Gencatan Senjata Selama 48 Jam
Ia menegaskan, kebijakan tersebut bukan untuk membatasi pelayaran, melainkan untuk mempermudah serta menjamin keselamatan kapal yang melintas.
“Persyaratan ini tidak dimaksudkan sebagai pembatasan, tetapi untuk memfasilitasi, memastikan keselamatan pelayaran, dan memberikan layanan yang lebih baik bagi kapal yang melalui rute ini,” ujar Gharibabadi, dikutip dari IRNA.
Kabar ini langsung berdampak pada pasar keuangan global. Indeks saham Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya anjlok tajam pada Kamis pagi, berbalik menguat setelah laporan tersebut muncul.
Baca juga: Iran Beri Izin Kapal Asing Melintas, Mengapa Kapal RI Masih Tertahan di Selat Hormuz?
Sebelumnya, pasar saham AS tertekan setelah Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa perang dengan Iran kemungkinan akan berlangsung selama beberapa pekan.
Di sisi lain, harga minyak dunia yang sempat melonjak tajam juga mulai mereda setelah adanya sinyal kerja sama Iran dan Oman. Pasar melihat peluang bahwa Selat Hormuz dapat kembali dibuka, setidaknya sebagian, tanpa perlu intervensi militer.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak global. Sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026, menyusul serangan AS dan Israel terhadap Iran, jalur ini praktis tertutup.
Blokade Iran di kawasan tersebut memicu lonjakan harga minyak secara historis dan menimbulkan dampak berantai terhadap perekonomian global.
Baca juga: Safari Dubes Iran Gaungkan Persatuan Lawan Agresi AS-Israel
Meski demikian, Trump menilai penutupan Selat Hormuz tidak terlalu berdampak bagi AS karena negara itu relatif sedikit mengimpor minyak melalui jalur tersebut.
“Kami tidak membutuhkannya, dan kami memang tidak membutuhkannya,” kata Trump dalam pidato kenegaraan pada Rabu malam.
Namun, data menunjukkan harga bensin di AS tetap melonjak lebih dari 30 persen dalam sebulan terakhir, bahkan menembus level di atas 4 dollar AS per galon untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun.
Tag: #iran #oman #susun #protokol #awasi #selat #hormuz #pasar #bereaksi