Pengamat Sebut Saham Berkonsentrasi Kepemilikan Tinggi Buat Likuiditas Sempit dan Harga Volatil
Bursa Efek Indonesia (BEI) merilis daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Struktur ini dinilai membuat harga saham lebih rentan bergerak ekstrem.
Pengamat pasar modal Reydi Octa mengatakan, dominasi kepemilikan oleh segelintir pihak membuat saham yang beredar di publik menjadi terbatas.
"Harga cenderung lebih mudah bergerak ekstrem," ujar Reydi kepada Kompas.com, Sabtu (4/4/2026).
Baca juga: BEI Rilis 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, Ada BREN hingga DSSA
Ia menjelaskan, lonjakan atau penurunan tajam tidak selalu terkait aksi pengendali. Keterbatasan pasokan di pasar membuat transaksi kecil bisa menggerakkan harga secara signifikan.
Kondisi ini juga menjadi perhatian penyedia indeks global seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI). Saham dengan free float rendah dinilai kurang memenuhi syarat untuk masuk indeks.
Free float merujuk pada jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan publik, di luar kepemilikan pengendali dan korporasi.
"Artinya saham dengan kepemilikan terlalu terkonsentrasi akan sulit masuk indeks atau berisiko dikeluarkan," kata dia.
Baca juga: 4 Agenda Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK dan BEI Akan Bertemu MSCI
Bagi investor, saham dengan struktur seperti ini tetap menarik dalam jangka pendek. Namun risiko yang dihadapi lebih tinggi, terutama terkait volatilitas dan likuiditas saat keluar dari posisi.
"Jadi kuncinya bukan hanya melihat kenaikan harga, tetapi memahami struktur kepemilikan sebelum masuk," ujar Reydi.
BEI mencatat terdapat sembilan emiten dengan kepemilikan terkonsentrasi lebih dari 95 persen. Publikasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi di pasar.
Berikut daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi:
1. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) 95,47 persen
2. PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) 97,75 persen
3. PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) 98,35 persen
4. PT Ifishdeco Tbk (IFSH) 99,77 persen
5. PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV) 95,94 persen
6. PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) 99,85 persen
7. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) 95,35 persen
8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 95,76 persen
9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 97,31 persen
Tag: #pengamat #sebut #saham #berkonsentrasi #kepemilikan #tinggi #buat #likuiditas #sempit #harga #volatil