Anggaran 2,2 Triliun Dollar AS Trump: Belanja Militer Naik, Program Sosial Dipangkas
Rencana anggaran terbaru Donald Trump menyoroti lonjakan besar belanja militer di tengah konflik Iran, sementara sejumlah program domestik justru dipangkas,(NATHAN HOWARD)
10:24
4 April 2026

Anggaran 2,2 Triliun Dollar AS Trump: Belanja Militer Naik, Program Sosial Dipangkas

– Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan rancangan anggaran sebesar 2,2 triliun dollar AS untuk belanja diskresioner tahun fiskal 2027. Proposal ini menitikberatkan pada lonjakan besar anggaran pertahanan, sekaligus memangkas belanja berbagai lembaga domestik.

Dalam dokumen yang dirilis Jumat (3/4/2026), Trump mengusulkan anggaran pertahanan mencapai 1,5 triliun dollar AS. Angka ini melonjak tajam dibandingkan usulan 1 triliun dollar AS pada tahun fiskal 2026.

Rinciannya mencakup 1,1 triliun dollar AS belanja dasar diskresioner untuk Departemen Pertahanan serta tambahan 350 miliar dollar AS belanja wajib.

Baca juga: Setahun Tarif Trump, Rantai Pasok Global Berubah dan Biaya Industri Melonjak

Selain itu, Kantor Manajemen dan Anggaran (OMB) masih mengkaji paket tambahan sekitar 200 miliar dollar AS untuk Pentagon pada tahun fiskal berjalan, di tengah keterlibatan AS dalam perang dengan Iran.

Di sisi lain, belanja non-pertahanan direncanakan dipangkas sekitar 10 persen atau setara 73 miliar dollar AS.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (4/4/2026), Direktur anggaran Gedung Putih Russell Vought menyatakan, kebijakan ini merupakan upaya memperkuat keamanan nasional.

“Presiden Trump berkomitmen menginvestasikan kembali pada infrastruktur keamanan nasional agar negara tetap aman di dunia yang berbahaya,” ujarnya.

Kenaikan anggaran Pentagon ini menjadi yang terbesar dalam satu tahun sejak Perang Dunia II. Namun, langkah tersebut muncul di tengah hasil jajak pendapat yang menunjukkan sebagian publik AS masih meragukan kebijakan perang dengan Iran.

Baca juga: Trump Pecat Jaksa Agung AS, Angkat Mantan Pengacara Pimpin Kementerian Kehakiman AS

Rancangan anggaran ini juga berpotensi memicu perdebatan sengit di Kongres menjelang pemilu paruh waktu November. Apalagi, pada tahun pertama masa jabatan keduanya, Kongres belum sepenuhnya menyetujui pemangkasan belanja yang diinginkan Trump.

Pemimpin Mayoritas Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer menolak keras proposal tersebut. Ia menyebut anggaran itu “cacat dari akar” dan berjanji akan menggagalkannya di Kongres.

Secara keseluruhan, peningkatan belanja diskresioner yang diusulkan berisiko memperlebar defisit anggaran AS yang sudah besar.

Berbeda dari praktik sebelumnya, proposal ini juga tidak memuat proyeksi 10 tahun dampaknya terhadap defisit, karena tidak memasukkan belanja wajib seperti Social Security, Medicare, dan Medicaid.

Dalam rincian lain, anggaran pertahanan mencakup 65,8 miliar dollar AS untuk pembangunan kapal, pengadaan 85 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin, serta kenaikan gaji militer.

Baca juga: Iran Balas Ancaman “Zaman Batu” Trump: Jangan repot-repot, AS Akan Kalah

Prajurit hingga pangkat staf sersan akan menerima kenaikan 7 persen, sementara perwira tinggi 5 persen.

Untuk mendukung kenaikan ini, pemerintah mengalihkan sebagian pembiayaan ke skema belanja wajib.

Strategi ini dinilai dapat mempermudah persetujuan di Kongres melalui mekanisme rekonsiliasi anggaran, sehingga menghindari hambatan filibuster dari Demokrat di Senat.

Pemangkasan Belanja Domestik

Di sektor domestik, anggaran justru menambah dana untuk penegakan imigrasi sebesar 28,5 miliar dollar AS, Departemen Kehakiman 4,7 miliar dollar AS, serta 10 miliar dollar AS untuk proyek penataan ibu kota.

Namun, sebagian besar lembaga lainnya menghadapi pemotongan signifikan. Tiga kementerian—Interior, Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, serta Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan—masing-masing dipangkas sekitar 13 persen.

Baca juga: Trump Klaim AS Tak Butuh Minyak Timur Tengah, Harga Global Tetap Menekan

Departemen Pendidikan juga dipangkas 2,9 persen dalam langkah yang disebut sebagai “jalan menuju penghapusan”.

Pemerintah juga berencana membatalkan 15 miliar dollar AS program energi terbarukan dan kualitas udara, lalu mengalihkan dananya ke pembangunan infrastruktur bahan bakar fosil dan pengembangan superkomputer kecerdasan buatan di bawah Departemen Energi.

Program bantuan bagi kelompok berpenghasilan rendah, termasuk bantuan tunawisma, subsidi pemanas rumah, dan riset medis, juga tidak luput dari pemangkasan.

Meski Mahkamah Agung AS pada Februari membatalkan kebijakan tarif global Trump, anggaran tetap memperkirakan pendapatan tarif mencapai 464 miliar dollar AS pada 2027, naik 138 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, proposal ini tidak menjelaskan kelanjutan rencana “dividen tarif” sebesar 2.000 dollar AS bagi wajib pajak individu.

Baca juga: Trump Berpotensi Jadi Penjahat Perang, dan Dia Menyombongkannya

Proyeksi Ekonomi

Pemerintah memperkirakan ekonomi AS akan menguat mulai 2026, dengan pertumbuhan mencapai 3,1 persen tahun ini dan berlanjut hingga akhir masa jabatan Trump.

Tingkat pengangguran yang turun ke 4,3 persen pada Maret diproyeksikan kembali menurun hingga 3,7 persen pada akhir tahun.

Inflasi juga diperkirakan melandai, dengan indeks harga konsumen (CPI) berada di level 2,3 persen pada kuartal IV secara tahunan. Meski demikian, banyak ekonom memperkirakan tekanan inflasi bisa meningkat akibat perang dengan Iran.

Gedung Putih juga memproyeksikan penurunan suku bunga dalam lima tahun ke depan. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun diperkirakan turun ke rata-rata 3,7 persen tahun ini dan menjadi 3,3 persen pada 2030. Saat ini, yield masih berada di kisaran 4,3 persen.

Baca juga: Trump Lepas Tangan dari Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

Sementara itu, Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan defisit anggaran AS akan menembus lebih dari 3 triliun dollar AS pada 2036, dengan rasio utang terhadap produk domestik bruto mencapai 120 persen—bahkan sebelum tambahan belanja pertahanan baru diberlakukan.

Trump menilai defisit tersebut bisa ditekan melalui upaya pemberantasan kecurangan dalam program federal yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance.

“Jika berhasil, kita benar-benar bisa menyeimbangkan anggaran Amerika,” tulis Trump di media sosialnya.

Sebagai gambaran, pembayaran tidak tepat yang teridentifikasi pada 2025 mencapai 186 miliar dollar AS, sekitar sepersepuluh dari total defisit 1,8 triliun dollar AS pada tahun tersebut.

Tag:  #anggaran #triliun #dollar #trump #belanja #militer #naik #program #sosial #dipangkas

KOMENTAR